Abstract:  Continuing medical education (CME) is a process of getting accreditation for practicing healthcare, in which there is knowledge being “transferred†during the process. With the ongoing pandemic for the last two years, physical distancing made offline symposiums and workshops is practically impossible to hold; hence, necessitating the shift towards electronic-based CME (e-CME). However, there are certain problems associated with using e-CME. Therefore, this study aims to assess factors that may influence physicians' willingness to use mobile applications that provide e-CME in Indonesia. There are 248 respondents for our study with the majority of them are general practitioners, age 21 – 30 years old. Our proposed model is able to explain 62.2% of the variance of perceived usefulness and perceived usefulness explains 54.8% of intention to adopt. Job relevance had the strongest total effects on perceived usefulness (β = 0.353, p < 0.001), followed by perceived ease of use (β = 0.299, p < 0.001). mHealth application that offers e-CME in Indonesia can be used to gain knowledge and assist physicians in daily practice extensively while the application developers may improve certain elements in the application to provide better user experience and safety.Abstrak:  Continuing Medical Education (CME) adalah proses mendapatkan akreditasi untuk praktik kesehatan, di mana ada pengetahuan yang “ditransfer†selama proses tersebut. Dengan pandemi yang sedang berlangsung selama dua tahun terakhir, physical distancing membuat simposium dan lokakarya offline praktis tidak mungkin diadakan; Oleh karena itu, diperlukan pergeseran menuju CME berbasis elektronik (e-CME). Namun, ada masalah tertentu yang terkait dengan penggunaan e-CME. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesediaan dokter untuk menggunakan aplikasi mobile yang menyediakan e-CME di Indonesia. Ada 248 responden untuk penelitian kami dengan mayoritas dari mereka adalah dokter umum, usia 21 – 30 tahun. Model yang kami usulkan mampu menjelaskan 62,2% varians kegunaan yang dirasakan dan kegunaan yang dirasakan menjelaskan 54,8% niat untuk mengadopsi. Relevansi pekerjaan memiliki total efek terkuat pada kegunaan yang dirasakan (β = 0,353, p <0,001), diikuti oleh persepsi kemudahan penggunaan (β = 0,299, p <0,001). Aplikasi mHealth yang menawarkan e-CME di Indonesia dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan membantu dokter dalam praktik sehari-hari secara luas sementara pengembang aplikasi dapat meningkatkan elemen tertentu dalam aplikasi untuk memberikan pengalaman dan keamanan pengguna yang lebih baik.
Copyrights © 2022