Ferdi Antonio
Assistant Professor of Graduate School of Management, Universitas Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antecedents of Intention to Adopt Mobile Health (mHealth) Application for Physicians Lie Rebecca Yen Hwei; Mustika Ngada Lasiga; Ferdi Antonio; Freda Susana Halim
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 9 No 2 (2022): JMBI UNSRAT Volume 9 Nomor 2
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v9i2.39016

Abstract

Abstract:  Continuing medical education (CME) is a process of getting accreditation for practicing healthcare, in which there is knowledge being “transferred” during the process. With the ongoing pandemic for the last two years, physical distancing made offline symposiums and workshops is practically impossible to hold; hence, necessitating the shift towards electronic-based CME (e-CME). However, there are certain problems associated with using e-CME. Therefore, this study aims to assess factors that may influence physicians' willingness to use mobile applications that provide e-CME in Indonesia.  There are 248 respondents for our study with the majority of them are general practitioners, age 21 – 30 years old. Our proposed model is able to explain 62.2% of the variance of perceived usefulness and perceived usefulness explains 54.8% of intention to adopt. Job relevance had the strongest total effects on perceived usefulness (β = 0.353, p < 0.001), followed by perceived ease of use (β = 0.299, p < 0.001). mHealth application that offers e-CME in Indonesia can be used to gain knowledge and assist physicians in daily practice extensively while the application developers may improve certain elements in the application to provide better user experience and safety.Abstrak:  Continuing Medical Education (CME) adalah proses mendapatkan akreditasi untuk praktik kesehatan, di mana ada pengetahuan yang “ditransfer” selama proses tersebut. Dengan pandemi yang sedang berlangsung selama dua tahun terakhir, physical distancing membuat simposium dan lokakarya offline praktis tidak mungkin diadakan; Oleh karena itu, diperlukan pergeseran menuju CME berbasis elektronik (e-CME). Namun, ada masalah tertentu yang terkait dengan penggunaan e-CME. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesediaan dokter untuk menggunakan aplikasi mobile yang menyediakan e-CME di Indonesia. Ada 248 responden untuk penelitian kami dengan mayoritas dari mereka adalah dokter umum, usia 21 – 30 tahun. Model yang kami usulkan mampu menjelaskan 62,2% varians kegunaan yang dirasakan dan kegunaan yang dirasakan menjelaskan 54,8% niat untuk mengadopsi. Relevansi pekerjaan memiliki total efek terkuat pada kegunaan yang dirasakan (β = 0,353, p <0,001), diikuti oleh persepsi kemudahan penggunaan (β = 0,299, p <0,001). Aplikasi mHealth yang menawarkan e-CME di Indonesia dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan membantu dokter dalam praktik sehari-hari secara luas sementara pengembang aplikasi dapat meningkatkan elemen tertentu dalam aplikasi untuk memberikan pengalaman dan keamanan pengguna yang lebih baik.
The Influence Of Telemedicine Usability On Patient Loyalty Mediated By Patients’ Trust And Satisfaction: A Study At Hospitals Of State-Owned Enterprises In Indonesia Karina Tiara; Ferdi Antonio
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.203 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan telemedicine rumah sakit terhadap loyalitas pasien yang dimediasi oleh kepercayaan pasien dan kepuasan pasien. Model penelitian ini diadopsi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan di lingkungan rumah sakit, yang diuji secara empiris pada pengguna telemedicine rawat jalan di Rumah Sakit XYZ. Pengambilan data responden dilakukan secara purposive sampling dengan 165 responden yang memenuhi syarat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan Skala Likert yang disebarkan secara online selama bulan September sampai dengan Oktober 2021, dan dianalisis lebih lanjut dengan PLS-SEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan telemedicine memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kedua variabel mediasi yaitu; kepercayaan pasien dan kepuasan pasien. Dari sepuluh hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini, terdapat sembilan hipotesis yang berpengaruh positif signifikan terhadap variabel dependen loyalitas pasien yang dimediasi oleh variabel mediasi kepercayaan pasien dan kepuasan pasien. Perceived usefulness berpengaruh positif signifikan terhadap kepercayaan pasien, tetapi berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan pasien. Persepsi kemudahan penggunaan, persepsi efektivitas, persepsi keandalan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kedua variabel mediasi kepercayaan pasien dan kepuasan pasien. Kepercayaan pasien dan kepuasan pasien berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas pasien. Model hasil ini memiliki akurasi prediksi yang besar sehingga perlu dikembangkan pada penelitian selanjutnya. Terdapat implikasi manajerial yang disarankan kepada manajemen rumah sakit dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.