This research aims to analyze the implementation of online learning during the Covid-19 pandemic at Cendono State Special School to describe the obstacles experienced by class teachers. This research is a qualitative descriptive research that uses a case study design. The data in this research is qualitative data obtained through observations, interviews, questionnaires, documentation and field notes. The technique for checking the validity of the data in this research uses triangulation. The triangulation carried out in this research includes source triangulation and technical triangulation. The research results show that almost all class teachers have not implemented classroom management during online learning optimally, but class IV teachers can carry out learning optimally and efficiently. This is because almost all of the class teachers have not implemented varied learning, there is no material provided, assignments tend to be offline, etc. Apart from that, there is a lack of technology mastery among class teachers and student guardians, limited learning facilities for students, etc. is also an influence and obstacle in the implementation of online learning. So most class teachers can only simplify learning according to the conditions of the students and class teacher.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan pembelajaran daring dalam masa pandemic covid-19 di SLB Negeri Cendono mendeskripsikan hambatan yang dialami guru kelas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan desain studi kasus. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi triangulasi sumber dan triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan kelas selama pembelajaran daring pada guru kelas hampir semuanya belum terlaksana dengan maksimal, namun guru kelas IV dapat melaksanakan pembelajaran secara maksimal dan efisien. Hal tersebut disebabkan oleh guru kelas hampir semuanya belum melaksanakan pembelajaran secara variatif, tidak ada pemberian materi, penugasan cenderung luring, dll. Selain itu adanya penguasaan teknologi yang kurang pada guru kelas maupun wali murid, terbatasnya sarana belajar peserta didik, dll. juga menjadi pengaruh sekaligus hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Sehingga kebanyakan guru kelas hanya dapat menyederhanakan pembelajaran sesuai kondisi peserta didik maupun guru kelas.
Copyrights © 2021