Penelitian Tindakan Kelas pada anak kelompok B1 yang dilatarbelakangi observasi awal yang menunjukan rendahnya kemampuan kognitif anak, dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata kemampuan kognitif anak yaitu 66,00. Rata-rata nilai tersebut masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kemampuan kognitif anak. Oleh karena itu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak adalah metode bercerita. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif melalui penerapan metode bercerita pada anak kelompok B1 semester II di TK Widya Kumara Pura tahun pelajaran 2018/2019. Motode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B1 yang berjumlah 18 anak. Data hasil penelitian ini dikumpulkan dengan cara pemberian tes kemampuan kognitif. Dalam menganalisis data yang diperoleh digunakan metode analisis deskriptif. Data yang dihasilkan dari penelitian ini terdiri dari data awal, data siklus I dan data Siklus II. Dari data awal diperoleh rata-rata kelas baru mencapai nilai 66,00 dan ketuntasan belajarnya baru mencapai 56%. Data ini jauh di bawah harapan mengingat KKM di sekolah ini adalah 75. Pada siklus I sudah terjadi peningkatan yaitu rata-rata kelasnya mencapai 73,83 dan persentase ketuntasan belajar mencapai 72%. Pada siklus II perolehan rata-rata kelas sudah mencapai 83,00 dan persentase ketuntasan belajarnya sudah mencapai 94%. Data pada Siklus II ini sudah sesuai harapan akibat penggunaan metode pembelajaran. Simpulan yang diperoleh adalah kemampuan kognitif anak kelompok B1 pada semester II dapat meningkat dengan metode bercerita di TK Widya Kumara Pura tahun pelajaran 2018/2019. Classroom Action Research on group B1 children with a background of initial observations showing low cognitive abilities of children, can be seen based on the average value of children's cognitive abilities, which is 66.00. The average value is still below the minimum completeness criteria (KKM) set by the school, which is 75. This shows that the child's cognitive ability is still low. Therefore a learning method that can improve children's cognitive abilities is the storytelling method. The purpose of this study was to improve cognitive abilities through the application of the storytelling method to children in the second semester of B1 group at Widya Kumara Pura Kindergarten in the 2018/2019 academic year. The research method used is Classroom Action Research (CAR). The research was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of planning, action, observation and reflection. The subject of this study was carried out in group B1 children, totaling 18 children. Data from this study were collected by administering cognitive ability tests. In analyzing the data obtained used descriptive analysis method. The data generated from this study consisted of initial data, cycle I data and cycle II data. From the initial data, it was obtained that the average grade for new classes reached 66.00 and the learning completeness only reached 56%. This data is far below expectations considering the KKM in this school is 75. In cycle I there has been an increase, namely the class average reached 73.83 and the percentage of learning completeness reached 72%. In cycle II, the class average acquisition has reached 83.00 and the percentage of learning completeness has reached 94%. The data in Cycle II are as expected due to the use of learning methods. The conclusion obtained is that the cognitive abilities of group B1 children in semester II can be increased by the storytelling method at Widya Kumara Pura Kindergarten in the 2018/2019 academic year.
Copyrights © 2022