LaGeografiA
Vol 21, No 1 (2022): Oktober

Kajian Kapasitas Masyarakat Berbasis Aset Penghidupan Terhadap Bencana Kekeringan

Trida Ridho Fariz (Program Studi Ilmu Lingkungan, Universitas Negeri Semarang)
Fajar Adie Nugraha (Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro)
Gede Aswin Yoga Putra (Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia)
Ananto Aryo Nugroho (Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Semarang)
Dyah Ratna Salima (Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Semarang)
Lestarina Estifani Pradiny (Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Semarang)
Ahmad Faesal Mubarizi (Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Negeri Semarang)



Article Info

Publish Date
03 Oct 2022

Abstract

AbstractWindurojo Village in Kesesi District, Pekalongan Regency is one of the areas with the most susceptible to drought. Therefore, this study aims to assess community capacity against drought in Windurojo Village at the household level and to analyze the relationship between variables. This study used a livelihood asset approach with data collection focused on Serang Hamlet, which is the area with the worst drought. The results of the study stated that the livelihood asset with the highest scale in Serang Hamlet was human capital. The results of the crosstab analysis also show that human capital is related to other capital, but the Spearman correlation results show that the highest relationship is found in financial and physical capital. The scoring results show that the capacity of the community against drought in Serang Hamlet is mostly medium class capacity, only 5 families are of high class capacity.  AbstrakDesa Windurojo di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah yang paling rawan terhadap kekeringan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas masyarakat terhadap kekeringan di Desa Windurojo pada tingkat rumah tangga dan menganalisis hubungan antar variabelnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan aset penghidupan dengan pendataan terfokus pada Dusun Serang yang merupakan daerah dengan kekeringan terparah. Hasil penelitian menyebutkan bahwa aset penghidupan dengan skala tertinggi di Dusun Serang adalah modal manusia. Hasil analisis crosstab juga menunjukkan bahwa modal manusia berhubungan dengan modal lainnya, namun hasil korelasi Spearman menunjukkan hubungan tertinggi terdapat pada modal fisik dan finansial. Hasil skoring menunjukkan bahwa daya tampung masyarakat terhadap kekeringan di Dusun Serang sebagian besar kelas menengah dan hanya 5 kepala keluarga yang kelas tinggi.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

Lageografia

Publisher

Subject

Humanities Education Physics Social Sciences Other

Description

LaGeografia adalah open journal system yang menggunakan sistem peer-review pada jurnal yang di submit yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Universitas Negeri Makassar. LaGeografia adalah jurnal Open-Access dan diterbitkan tiga kali setahun setiap bulan Oktober, ...