Pendahuluan : Perkembangan bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Menurut Wahyuni (1998) prevalensi Keterlambatan bahasa anak sebesar 9,3% dari 214 anak usia prasekolah di salah satu kelurahan Jakarta Pusat. Berdasarkan data di TK Saraswati Gresik Tahun 2012, keterlambatan bahasa anak mengalami peningkatan dari tahun 2009-2011 (20% - 35%). Maka masalah ini dipandang perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara perkembangan bahasa anak usia prasekolah (4-6 tahun) dengan pendidikan ibu. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional dan pengambilan data secara primer dan sekunder. Jumlah populasi sebesar 30 anak dan jumlah sampel 28 anak. Sampel ini diambil secara simple random sampling kemudian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan dianalisa dan di uji Chi-Square dengan ketentuan c2tabel 3,84 (a = 0,05). Hasil : Dari hasil penelitian menunjukkan perkembangan bahasa anak usia prasekolah yang belum memenuhi kompetensi adalah anak dari ibu yang berpendidikan rendah sebanyak 6 anak (66,67%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan c2hitung > c2tabel , sehingga H0 ditolak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perkembangan bahasa anak usia prasekolah (4-6 tahun) dengan pendidikan ibu. Diskusi : Oleh karena itu untuk menurunkan angka prevalensi Keterlambatan bahasa pada anak usia prasekolah (4-6 tahun), bidan hendaknya melakukan deteksi dini atau pemantauan tumbuh kembang yang dapat dilakukan dengan menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) dan salah satu yang dilakukan oleh pemerintah adalah program PAUD untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak.Kata Kunci : Perkembangan Bahasa, Pendidikan Ibu
Copyrights © 2014