Teluk Kendari merupakan perairan yang sangat kompleks karena beragam aktivitas dan permasalahan degradasi perairan. Salah satu sampah laut yang banyak menimbulkan masalah adalah sampah plastik. Sampah plastik akan mengalami degradasi di perairan yakni terurai menjadi partikel-partikel plastik kecil yang disebut mikroplastik. Keong Bakau (T. telescopium) merupakan salah satu jenis organisme pengumpan deposit yang secara langsung akan terakumulasi mikroplastik di dalam tubuhnya karena keberadaanya di dasar perairan. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari 2021 dan bertujuan untuk mengetahui sebaran komposisi jenis mikroplastik yang terdapat dalam lambung keong bakau, serta relatif mikroplastik dalam lambung keong bakau di perairan Teluk Kendari.Pengambilan sampel lapangan dilakukan secara bebas. Pada setiap lokasi pengambilan sampel masing-masing, diambil sebanyak 25 sampel keong bakau sehingga jumlah total sampel yang dibutuhkan sebanyak 100 sampel selama 1 bulan. Panjang total cangkang menggunakan mistar dengan ketelitian 1 mm. Proses destruksi dilakukan menggunakan larutan KOH 10% yang lalu diinkubasi pada suhu 40ÂșC selama 48 jam (Collard et al., 2015). Kemudian dilakukan penilaian dengan menggunakan kertas saring berukuran 0,5 mm (Claessens et al., 2013). Sampel yang telah tersaring diidentifikasi menggunakan mikroskop untuk menghitung mikroplastik.Hasil analisis sebaran ukuran keong bakau di perairan Teluk Kendari dapatkan ukuran paling banyak yaitu 48-55 mm (35 individu) dan nilai terendah terdapat pada ukuran 79-86 mm (1 individu). Hasil analisis sebaran mikroplastik tertinggi terdapat pada ukuran 48-55 mm (34,8%) dan nilai terendah pada ukuran 32-39 mm dengan presentase 0,8%. Terdapat empat jenis mikroplastik yaitu fiber, film, fragment, dan monofilament dengan nilai relatif tertinggi yaitu jenis fiber (91,91%), dan nilai terendah terdapat pada monofilament (0,05%)Kata Kunci: Keong bakau, T. telescopium, mikroplastik, Teluk Kendari
Copyrights © 2022