Jumlah penderita autis di kota kendari mengalami naik turun tiap tahunnya siswa yang melakukan terapi dan Kota Kendari menjadi Kota dengan penderita autis terbanyak, hal ini di karenakan Pusat Pelayanan Autis saat ini belum memiliki beberapa jenis syarat terapi yang dianjurkan. Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana untuk ruangan terapi sedangkan anak penderita autis membutuhkan metode pendekatan jenis program terapi yang berbeda tergantung dari gangguan yang di derita. Menurut data Pusat Layanan Autis Sultra, tahun 2020 ada 99 anak penderita autis. Kota Kendari sendiri sudah ada pusat Layanan untuk anak Autis namun untuk tempat terapi dan pendidikan dalam satu kawasan belum ada. Dengan demikian dibutuhkan tempat pendidikan, terapi, dan pusat informasi mengenai penderita autis yang diharapkan dapat membantu masyarakat.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu Data diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Penelitian di tujukan sebagai berikut: (1) Untuk mendapatkan lokasi dan tapak yang sesuai dengan standar-standar penderita autis; (2) Untuk mewujudkan bangunan yang nyaman dan aman bagi pederita autis dengan pendekatan arsitektur perilaku; (3) untuk mewujudkan pusat terapi dan edukasi anak autis dalam bentuk fisik dengan penerapan desain biophilic.Penerapan desain biophilic pada pusat terapi dan edukasi anak autis di aplikasikan lebih banyak ke ruang dalam dan ruang luar. Pada ruang dalam di aplikasikan di ruang terapi, ruang kelas, dan ruang dokter serta penggunaan perabot pada ruang tunggu. Sedangkan, pada ruang luar yaitu menyediakan permainan yang melatih motorik, penggunaan vegetasi dengan bunga yang berwarna, penggunaan grass blok, lebih banyak menggunakan penutup tanah rumput gajah mini, menyediakan tempat duduk dengan banyak vegetasi. Kata kunci : Anak Autis, Biophilic, Kota Kendari, Pusat Layanan Autis
Copyrights © 2022