cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PERENCANAAN GEDUNG PUSAT PERNIKAHAN DENGAN KONSEP KEMBALI KE ALAM DI KENDARI Bokko, Rinnah; Riyanti, Hapsa
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pusat Pernikahan adalah suatu wadah yang berfungsi untuk menampung kegiatan pernikahan mulai dari persiapan, penyelenggaraan hingga selesainya. Semakin tingginya angka pernikahan di kota Kendari, tentu berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan wadah yang berhubungan dengan masalah pernikahan. Misalnya foto pra pernikahan, mempersiapkan undangan, souvenir, gaun pengantin, make up, catering, kue pernikahan, penginapan, dan lain sebagainya. Kebutuhan ini terbilang rumit, sehingga diperlukan satu wadah yang dapat memenuhi semua hal tersebut agar lebih praktis dan efisien. Dalam rangka menanggapi kebutuhan masyarakat akan hal tersebut, maka dibuatlah Perencanaan Gedung Pusat Pernikahan dengan Konsep Kembali ke Alam. Konsep kembali ke alam diangkat sebagai pendekatan mengingat unsur-unsur alam yang semakin menurun seiring dengan peralihan zaman. Hal ini justru membuat hal-hal yang bernuansa alami menjadi semakin eksklusif, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi untuk sebuah bangunan komersil. Bentuk dasar bangunan menyerupai bentuk bunga, sedangkan metode pembahasan yang digunakan yaitu analisis deskriptif.Kata Kunci : gedung, pusat pernikahan, kembali ke alam.
REDESAIN KAWASAN TAMAN BUDAYA SULAWESI TENGGARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DI KOTA KENDARI Regina, Ayu; Ornam, Kurniati
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Budaya dapat diartikan sebagai wadah untuk seniman daerah dan masyarakat untuk berekspresi dan berkreasi sesuai dengan nilai-nilai seni dan budaya lokal yang ada. Taman Budaya Sulawesi Tenggara yang ada di Kota Kendari belum mewadahi seniman daerah dan masyarakat untuk berkespresi dan berkreasi sesuai dengan nilai-nilai seni dan budaya lokal yang ada di Sulawesi Tenggara. Keseluruhan fasilitas/ bangunan yang ada pada Taman Budaya Sulawesi Tenggara tersebut sudah dalam kondisi rusak dan tidak layak untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Data dari Taman Budaya yang sebelumnya telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, yaitu penelitian berupaya menggambarkan, mencatat, menganalisa dan menginterpretasikan aspek redesain Kawasan Taman Budaya. Pada redesainkawasan Taman Budaya ini mengadopsi bentuk rumah adat Tolaki sebagai bentuk gedung-gedung yang ada dengan penggunaan material modern dan mengalami perubahan sesuai dengan aktivitas yang diwadahi untuk memperkuat konsep bangunan yang direncanakan yakni arsitektur Neo-Vernakular untuk melestarikan arsitektur tradisional Sulawesi Tenggara. Fungsi yang diwadahi pada kawasan taman budaya bukan hanya sebagai wadah berekspresi dan berkreasi, namun juga sebagai sebagai tempat promosi dan pemasaran wisata budaya. Oleh sebab itu untuk memenuhi fungsi maka taman budaya ini memiliki fasilitas gedung pertunjukan, gedung pengelola, gedung pameran, wisma, perpustakaan, musholah, sanggar-sanggar, amphitheatre, cafetaria, dantempat penjualan souvenir.
PERENCANAAN GAME CENTER DI KENDARI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MORPHOSIS Rifai, Abdul Rafli; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game atau permainan merupakan sesuatu hal yang tidak dapat terlepas dari kegiatan seseorang pada umumnya, baik sebagai hiburan, penghilang stress maupun hal lainnya. Video Games adalah salah satu alat atau perangkat yang digunakan dalam memainkan game tersebut. Seiring perkembangan jaman, kini dikenal game online yang banyak menyita perhatian dan minat bagi para pencinta game itu sendiri untuk terlibat dalam penggunaannya. Perkembangan game online yang semakin pesat menjadi sebuah fenomena yang hadir di Indonesia. Seakan tidak ingin ketinggalan, banyak masyarakat dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua seakan terhipnotis kedalamnya. Hal ini turut berdampak pada kegiatan yang hadir disekitarnya, menjadi lahan bisnis dalam memenuhi kebutuhan akan tuntutan para pengguna game tersebut. Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan analisa deskriptif yaitu mengumpulkan data, menyusun, menganalisa kemudian mengelompokkan data untuk ditarik kesimpulan sebagai dasar dari perancangan. Tema dari perancangan Game Center di Kendari ini yaitu Kaca pecah dengan menggunakan konsep Arsitektur Morphosis. Tema Kaca pecah yang dipakai ini diharapkan menjadi inovasi terbaru dalam sebuah perancangan karya arsitektur khususnya pada sebuah tempat pusat permainan dan hiburan sehingga dapat mencerminkan ekspresi spirit game nampak pada fasad dan interior dimana yang menjadi identitas dari tempat pusat permainan ini dimana penerapannya diciptakan melalui beberapa pendekatan tentang tema dan konsep yang dipakai.
PERENCANAAN PUSAT PAGELARAN SENI BUDAYA BUTON DI KOTA BAU-BAU Fitriyanti, Feiby Nur; Ma'ruf, Annas
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buton dikenal sebagai salah satu pulau yang masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat daerah diantaranya adalah seni budaya. Meningkatnya apresiasi dan minat masyarakat tidak diiringi dengan tersedianya fasilitas yang mendukung kegiatan tersebut, salah satunya penyediaan bangunan pergelaran seni budaya. Tujuan Perencanaan Pusat Pagelaran Seni Budaya Buton di kota Bau-Bau adalah untuk menentukan lokasi yang tepat, mendapatkan desain yang menarik melalui bentuk dan tampilan bangunan dan menentukan system struktur yang tepat. Metode pembahasan ini adalah dengan melakukan analisa studi literatur dan studi lapangan terkait dengan perencanaan. Dengan mempertimbangkan hasil survey studi literature dan studi lapangan maka diperoleh hasil perancangan antara lain, dilokasi pusat pagelaran seni budaya Buton di Kota Bau-Bau jaraknya dekat dengan perkantoran, pemukiman dan pendidikan. Konsep dasar benuk dan tampilan bangunan menggunakan konsep arsitektur tradisional yaitu rumah adat masyarakat Buton dan benteng keraton, sedangkan pada bangunan teater mengambil simbol dari bagian atas buah nenas. Struktur yang digunakan dalam pusat pagelaran seni budaya Buton yaitu tidak banyak berubah namun strukturnya dapat dikombinasikan dengan material utama masyarakat Buton dan bahan material modern. Sehingga dengan adanya perencanaan ini nantinya dapat menjadi wadah bagi masyarakat kota Bau-bau yang peduli akan pentingnya pelestarian seni budaya daerah sehingga dapat melahirkan para generasi muda yang peduli pada seni budaya daerah sendiri.
PERENCANAAN AQUARIUM BIOTA LAUT WAKATOBI Rahmat, Faris; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Wakatobi memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi. Biota laut di Wakatobi terdiri dari berbagai jenis, unik dan memiliki panorama bawah laut yang menakjubkan. Namun potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan kepariwisataan dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Wakatobi. Perencanaan Aquarium Biota Laut Wakatobi berfungsi sebagai sarana edukasi, rekreasi dan informatif terhadap kehidupan biota laut Wakatobi. Adapun yang menjadi permasalahan dalam perencanaan Aquarium Biota Laut Wakatobi yakni bagaimana merencanakan Aquarium Biota Laut Wakatobi sebagai sarana edukasi, rekreasi dan informatif terhadap kehidupan bawah laut, bagaimana bentuk dan tampilan Aquarium Biota Laut Wakatobi yang sesuai dengan fungsinya, serta bagaimana tata ruang dalam dan ruang luar Aquarium Biota Laut Wakatobi yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Konsep dasar bentuk dan tampilan bangunan menggunakan konsep metafora dari penyu dan pergerakan sayap ikan pari dalam laut yang diaplikasikan pada desain. Pengunjung diajak untuk merasakan suasana pesisir pantai pada ruang luar dan akan melewati 3 zona yakni ; zona dangkal, zona sedang dan zona dalam pada ruang dalam Aquarium yang memamerkan biota laut yang beragam setiap zona.Key words: akuarium, laut, wakatobi, fasilitas kelautan.
PERENCANAAN CITY WALK DI KENDARI DENGAN PENDEKATAN KONSEP RUANG TERBUKA HIJAU Permana, Galih Teja; Nurjannah, Irma
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fasilitas yang dibutuhkan masyarakat kota adalah pusat perbelanjaan modern yang disebut dengan City Walk. Dalam perkembangannya, hampir semua pusat perbelanjaan menggunakan konsep mall, dengan tidak menyatukan kegiatan rekreasi.Penambahan kelengkapan fasilitas perbelanjaan semisal tempat hiburan, bersantai, serta taman hijau atau ruang terbuka diharapkan dapat menjadi ikon baru di Kota Kendari dan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi pada sektor perdagangan dan jasa, serta untuk pengembangan wisata kota. Berdasarkan uraian tersebut, maka di perlukan perencanaan City Walk dengan pendekatan konsep Ruang Terbuka Hijau melalui hadirnya ruang terbuka sebagai fungsi baru namun tetap mempertahankan situasi disekitarnya. Oleh karena itu untuk mewujudkan suatu bangunan city walktentunya tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana city walk di kota Kendari yang secara umum sangat minim penerapan ruang terbuka hijau, dalam artian bahwa perancangan gedung city walk ini dapat memberikan nuansa baru bagi pengunjung.Kata Kunci :city walk, ruang terbuka hijau, taman, tempat perbelanjaan
PERENCANAAN GEDUNG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO Syukur, Chakra; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pendidikan adalah salah satu sarana penunjang dalam dunia pendidikan, Seperti halnya sebuah institusi/universitas membutuhkan keberadaan wujud sebuah gedung perkuliahan dalam hal ini gedung fakultas Ilmu Budaya. Mengingat, proses perkuliahan fakultas ilmu budaya kurang efektif diakibatkan oleh fasilitas yang kurang mendukung dari fakultas itu sendiri. Oleh sebab itu diperlukan sebuah desain gedung fakultas ilmu budaya sebagai wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan aktifitas dan penelitian untuk mengasah kemampuan dalam berbagai bidang keilmuan, khususnya ilmu budaya. Perencanaan Fakultas Ilmu Budaya merupakan strategi atau persiapan untuk pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Budaya sebagai sarana untuk menciptakan keahlian di bidang masing-masing jurusan bagi mahasiswa. fasilitas pendidikanmenerapkan pola kebutuhan dengan memperhatikan standard gedung pendidikan tinggi. Keamanan gedung baik dari struktur maupun utilitas diterapkan berdasarkan sistem dalam arsitektur dengan memperhatikan nilai-nilai estetika dan sosial baik dari gedung itu sendiri maupun komponen pendukungnya. Sehingga tercipta sebuah gedung perkuliahan yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan layak dijadikan sebagai sarana pendidikan yang baik. Dan mampu menciptakan insaninsan yang memiliki pola pikir sebagai generasipenerus bangsa Indonesia
PERENCANAAN STADION SEPAK BOLA DENGAN STRUKTUR ATAP TENDA DAN KABEL DI KOTA KENDARI Fadly, Andika; Faslih, Arman
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola merupakan olah raga yang sangat popular di dunia pada saat ini, dimana semua kalangan masyarakat begitu menggemari olahraga ini, adapun fasilitas utama dalam bermain sepak bola adalah sebuah stadion yang dapat menampung para pemain serta penggemar sepak bola. Adapun yang menjadi permasalahan utama pada stadion-stadion yang ada di  Indonesia khususnya di kota Kendari, yaitu sirkulasi pengunjung yang kurang fleksibel, sehingga seringnya terjadi crossing antar supporter, serta bentuk fasad bangunan yang kurang menarik minat para penonton. Dalam perancangan stadion sepak bola ini metode yang digunakan adalah analisis deskriptif  yakni dengan mengumpulkan data, menyusun, kemudian menganalisa serta mengelompokkan data yang akan dijadikan sebagai dasar dalam perancangan dan desain. Pada perancangan stadion sepak bola ini direncanakan sirkulasi pengunjung yang tidak menghambat para supporter untuk masuk ke dalam stadion, dan pembagian sirkulasi pengunjung tuan rumah dan pengunjung tamu dibuat terpisah agar tidak terjadi crossing. Kemudian sistem struktur yang menjadi aspek utama pada desain ini menggunakan tenda kabel. Sebuah bentuk yang  ingin dicapai diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah fasad bangunan yang lebih menarik.
PERENCANAAN PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DI KENDARI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Henriyanto, Agung; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.059 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini tak bisa dibendung lagi. Kemajuan disetiap bidang tidak lepas dari teknologi sebagai penunjangnya, terutama teknologi informasi. Dengan ditemukan berbagai macam teknolog yang mendukung informasi ini menyebabkan perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat. Teknolog informasi juga dipandang sebagai hal yang sangat penting dalam perluasan kesempatan belajar serta perolehan informasi masyarakat dunia. Tujuan utama dari Perencanaan Pusat Teknologi Informasi Di Kendari Dengan Pendekatan arsitektur Hijau sebagai wadah dan sarana yang akan menjadi sebuah pusat teknologi informas  yang bersifat edukatif, informatif dan rekreatif yang diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan informasi yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia khususnya di Kota Kendari terutama dalam menyongsong era global, dengan memanfaatkan fungsi arsitektur hijau yang memberi kenyamanan pada pengguna bangunan.
PERENCANAAN GALERI SINEMATOGRAFI SULAWESI TENGGARA DI KENDARI Pratiwi, Dian Irma; Nurjannah, Irma
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinematografi berasal dari kata Yunani yakni, Kinema “gerakan” dan Graphein “merekam”. Sinematografi merupakan sebuah karya seni gambar yang bergerak dan bercerita melalui perangkat audio visual, biasanya dikenal sebagai film. Di Sulawesi Tenggara, minat dan bakat kawula muda dalam menggeluti dunia perfilman semakin berkembang. Sejumlah komunitas perfilman pun mulai bermunculan, bahkan tak jarang hasil karya seni film anak lokal menyabet sejumlah penghargaan diluar daerah. Namun sayang perkembangan perfilman tersebut tidak seiring dengan fasilitas yang ada. Sehingga perlu adanya perencanaan desain Galeri Sinematografi Sulawesi Tenggara yang dapat mencitrakan bangunan itu sendiri seperti konsep metafora.Galeri merupakan tempat untuk menyimpan, memamerkan dan menjual hasil karya seni. Dengan adanya Galeri Sinematografi Sulawesi Tenggara ini diharapkan dapat mewadahi minat dan bakat kawula muda untuk berkreativitas dalam dunia perfilman serta menjadi tempat apresiasi dan promosi hasil karya seni film lokal yang sekaligus dapat menjadi wisata audio visual di Sulawesi Tenggara.Kata Kunci : galeri sinematografi, perfilman, konsep metafora.

Page 1 of 21 | Total Record : 209