Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah gempa bumi. Pada tahun 2004 di Aceh terjadi suatu gempa bumi yang sangat besar, mengkibatkan banyak-nya korban jiwa dan tidak sedikit bangunan runtuh akibat gempa yang terjadi. Untuk meminimalisir keruntuhan yang terjadi pada bangunan akibat gempa, maka para engineer struktur perlu mendasain suatu beban gempa dan menginput beban gempa tersebut pada gedung yang akan di desain strukturnya. Tahun 2019 telah diperbarui peraturan perencanaan beban gempa yaitu SNI 1726:2019. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan beban gempa dengan menggunakan SNI 1726:2019, mengetahui besaran gaya geser dasar gempa yang dihasilkan bila beban gempa direncanakna dengan peraturan terbaru ini, serta mengkomparasi hasil desain beban gempa SNI 1726:2019 terhadap SNI 1726:2012. Untuk itu, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai gambaran referensi dalam mendesain beban gempa yang diinputkan sebagai beban perencanaan dalam mendesain gedung. Analisis pada penelitian ini menggunakan software ETABS. Penelitian ini hanya berfokus menggunakan metode Response Spectrum saja, tanpa membandingkan dengan metode lain. Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan beban gempa bila dihitungan dengan SNI 1726:2019 yaitu, Vx arah x =1680,78 kN, Vx arah y = 475,25 kN, Vy arah x = 534,98 kN dan Vy arah y = 1680,77 kN, sedangkan bila dihitung menggunakan SNI 1726:2012 didapat beban gempa Vx arah x = 1450,80 kN, Vx arah y = 411,93 kN, Vy arah x = 459,86 kN, dan Vy arah y = 1450,80 kN. Berdasarkan hasil analisa didapatkan peningkatan beban gempa rata-rata sebesar 13,84% bila dibandingkan antara beban gempa SNI 1726:2019 dengan 1726:2012.
Copyrights © 2022