Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun mandi cair dari ekstrak daun kelor dengan variasi volume ekstrak 10 mL, 20 mL, 30 mL, dan 40 mL yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Senyawa antibakteri yang terdapat pada daun kelor yaitu saponin, tanin, flavonoid dan terpenoid. Metode yang digunakan adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut aquadestillata. Kemudian dibuat sediaan sabun mandi cair dengan variasi volume ekstrak daun kelor yang telah ditetapkan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak daun kelor sebanyak 10 mL, 20 mL, 30 mL dan 40 mL. Hasil pengujian tinggi dan stabilitas busa yang paling baik didapat pada volume ekstrak 40 mL dengan ketinggian busa sebesar 20 mm dan stabilitas busa 100%. pH yang paling mendekati pH kulit pada sabun ekstrak daun kelor juga pada volume 40 mL dengan nilai 3,7. Viskositas yang paling baik untuk ekstrak daun kelor pada volume ekstrak 40 mL yaitu 1,5117 cP. Densitas sabun mandi cair ekstrak daun kelor juga didapat pada volume ekstrak 40 mL sebesar 1,036 gr/mL. Diameter zona hambat bakteri tertinggi diperoleh pada ekstrak daun kelor terdapat pada volume ekstrak 20 mL yaitu 23 mm. Secara keseluruhan hasil evaluasi pengujian sabun mandi cair sudah sesuai dengan standar SNI-06-04085-1996.
Copyrights © 2022