Lada merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang menduduki urutan ke 5 di Kalimantan Barat. Kalimantan Barat merupakan salah satu penghasil lada terbesar setelah Kalimantan Timur, Lampung, dan Bangka Belitung. Sampai sejauh ini, perkebunan lada di Kalimantan Barat masih berpeluang untuk dikembangkan. Salah satu daerah di Kalimantan Barat dalam usaha tani lada adalah Kabupaten Sambas. Pengolahan lada yang dilaksanakan di Kabupaten Sambas masih bersifat tradisional. Mulai dari proses memetik, proses perontokan biji lada dari tangkainya, proses perendaman lada, proses mencuci lada, sampai dengan proses penjemuran biji lada. Permasalahan mitra di proses pengolahan lada secara tradisional seperti ini membutuhkan waktu yang lama dan petani mengalami berbagai macam keluhan, serta cara kerja tersebut menyebabkan output yang dihasilkan menjadi terbatas waktu. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas yang optimal harus diimbangi dengan alat, atau sarana yang mendukung kegiatan tersebut, sehingga dapat meminimalkan waktu kerja, dan kondisi fisik petani tidak terlalu lelah. Berdasarkan keadaan tersebut diatas, maka perlu adanya suatu upaya berupa sosialisasi secara daring untuk mengenalkan solusi alternatif yang mampu memudahkan petani dalam proses pengolahan lada, serta meningkatkan keterampilan kelompok tani. Selain itu juga, diperlukan kegiatan yang dapat menambah semangat dan keterampilan petani lada dalam menggunakan alat yang bisa memudahkan pekerjaan mereka. Adanya transfer teknologi disertai kegiatan penyuluhan yang bernilai guna tersebut dapat menjadi berhasil guna untuk kelompok tani, artinya pelatihan tersebut dapat dilaksanakan pada para kelompok tani di Kabupaten Sambas.
Copyrights © 2022