Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronik akibat pemberian makanan yang tidak adekuat. Prevalensi stunting bayi berusia dibawah lima tahun (balita) Indonesia pada tahun 2015 sebesar 36,4%. Hal ini termasuk persentase prevalensi masalah gizi anak di Desa Sawakong termasuk kategori yang sangat tinggi, dimana prevalensi balita pendek Desa Sawakong sebesar 100%, prevalensi gizi kurang 41%, dan gizi buruk 21%. Maka dari itu, dibutuhkan langkah intervensi melalui pelatihan pemanfaatan pangan lokal guna memenuhi kebutuhan gizi anak yang bertujuan untuk meningkatkan bakat serta pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal guna pemenuhan gizi anak. Kegiatan Evaluasi dilakukan dengan metode wawancara kepada para peserta pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat 3 orang masyarakat yang telah berhasil membuat es krim kelor untuk anak-anak mereka dirumah. Intervensi pelatihan pemanfaatan pangan lokal berbahan dasar daun kelor guna memenuhi kebutuhan gizi anak dikategorikan berhasil sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya.
Copyrights © 2022