Perkembangan teknologi yang massif memungkinkan individu dari berbagai belahan dunia dengan budaya yang berbeda melakukan kolaborasi untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan bersama. Sehingga diperlukan suatu keterampilan baru yaitu pemecahan masalah kolaboratif. Tetapi berdasarkan beberapa hasil penelitian diketahui bahwa pemecahan masalah kolaboratif masih rendah, jarang dilatihkan di sekolah dan pelatihan kerja, serta perlu ditingkatkan. Oleh karena itu pada penelitian ini, calon guru IPA akan dilatih pemecahan masalah kolaboratif dalam bentuk perkuliahan blended learning berbasis multikultural.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah kolaboratif berdasarkan komponen-komponen penyusunnya dan respon calon guru IPA terhadap pemecahan masalah kolaboratif dan blended learning. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desainone group pretest posttest design. Instrumen yang digunakan adalah tes pemecahan masalah kolaboratif dan lembar angket respon. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah kolaboratif calon guru IPA mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari nilai n-gain sebesar 0,7 (sedang). Calon guru IPA memiliki respon positif terhadap pemecahan masalah kolaboratif sebesar 78,32 dan blended learning sebesar 76,56. Dapat disimpulkan perkuliahan blended learning berbasis multikultural efektif untuk mengajarkan pemecahan masalah kolaboratif dan memberikan respon positif.
Copyrights © 2022