Tanaman cabai rawit merupakan tanaman holtikultura yang memiliki harga jual yang tinggi dipasaran karena mudah dikembangkan. Cabai rawit sebagai sumber pangan memiliki nilai ekonomis yang penting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh berbagai jenis bokashi (2) mengetahui metode aplikasi yang lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai besar hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan pemberian berbagai jenis bahan organik dengan metode aplikasi yang berbeda yaitu BO = Tanpa bahan organik, B1= Hasil berangkasan gamal dengan aplikasi secara tugal, B2 = Hasil berangkasan gamal dengan aplikasi secara sebar, B3= Enceng gondok dengan aplikasi secara tugal, B4 = Enceng gondok dengan aplikasi secara sebar, B5= Krinyu dengan aplikasi tugal, B6 = Krinyu dengan aplikasi sebar, B7= Berangkasan tanman jagung dengan aplikasi tugal, B8= Berangkasan tanaman jagung dengan aplikasi sebar. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameter pengamatan tinggi tanaman B1 (hasil brangkasan gamal dengan aplikasi secara tugal), B2 (hasil brangkasan gamal dengan aplikasi secara sebar), B5 (Krinyu dengan aplikasi secara tugal), dan B6 (Krinyu aplikasi secara sebar) yang memberikan rata – rata tertinggi yaitu 82,50 cm, jumlah cabang + 278,93 cabang pada perlakuan B1, B4( enceng gondok dengan aplikasi secara tugal).
Copyrights © 2021