Minimnya interaksi langsung antara siswa dan guru; mahasiswa dan dosen menjadi kendala terhadap pembelajaran matematika secara daring (online). Dimulai dari persiapan, persepsi, kegiatan inti, sampai kegiatan penutup, proses pembelajaran daring dilakukan secara tatap muka dengan lokasi yang beragam melalui video conference. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pembelajaran daring melalui sudut pandang guru dan dosen matematika. Survei deskriptif adalah jenis penelitian yang digunakan dalam kasus ini. Penelitian ini melibatkan 133 guru dan dosen matematika sebagai partisipan. Studi ini menyelidiki persepsi guru dan dosen matematika tentang pembelajaran daring. Hasil temuan mengungkapkan bahwa guru dan dosen matematika selalu menyiapkan pembelajaran daring dengan rata-rata 72,56 persen; persepsi dalam pembelajaran daring dengan rata-rata 68,68 persen; kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran daring dengan persentase rata-rata 43,94 persen; dan kegiatan penutup pembelajaran dengan persentase rata-rata 57,75 persen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata persepsi guru dan dosen matematika dalam pembelajaran daring sebesar 60,73 persen, dengan indikator persiapan pembelajaran, persepsi, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Alhasil, persiapan guru dan dosen matematika dalam proses pembelajaran daring perlu ditingkatkan mulai dari kegiatan persiapan sampai kegiatan penutup dengan perangkat pendukung teknologi pembelajaran.
Copyrights © 2022