Latar Belakang: Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan suatu tindakan yang terdiri dari pemberian kompresi dada dan bantuan nafas dengan tujuan untuk mengembalikan dan mempertahankan fungsi organ vital pada korban henti jantung dan henti nafas. Kembali dan bertahannya fungsi organ vital pada korban henti jantung yang diberikan tindakan RJP ditandai dengan terjadinya Return of Spontaneus Circulation (ROSC). Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas antara RJP mekanik dengan RJP manual terhadap kejadian Return of Spontaneous Circulation (ROSC) pada pasienhhenti jantung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observatif untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (RJP) dengan variabel dependen (ROSC). Populasi pada penelitian ini adalah pasien henti jantung yang telah diberikan intervensi RJP mekanik maupun manual di IGD RSUD Pasar Minggu. Penelitian ini menggunakan total sampling sebagai metode penetapan besar sampel didapatkan sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar observasi dan Catatan Rekam Medis responden. Analisis data menggunakan uji T-Paired. Hasil: Hasil sampel T-test yang membandingkan efektifitas RJP mekanik dan RJP manual terhadap kejadian ROSC didapatkan nilai Sign.(2-tailed) RJP mekanik sebesar 0,001 lebih kecil dibandingkan dengan nilai Sign.(2-tailed) RJP manual sebesar 0.043 dengan taraf signifikansi < 0,05 Kesimpulan: Didapatkan bahwa RJP mekanik lebih efektif dibandingkan dengan RJP manual terhadap kejadian Return of Spontaneous Circulation (ROSC) pada pasienhhenti jantung.
Copyrights © 2022