Latar Belakang: Pembangunan kesehatan Bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia tahun 2018-2020 yaitu: (14,56 persen) (9,72 persen) (9,05 persen) Pada tahun 2020, penyebab kematian neonatal terbanyak adalah kondisi berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan suami, pengetahuan, peran tenaga kesehatan terhadap perilaku ibu dalam perawatan Berat Badan Lahir Rendah pada ibu nifas di RSUD kota Bogor tahun 2021. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Jumlah responden 160 ibu nifas yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah. Jumlah sampel yang digunakan 114 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Statistic Product For Social and Science (SPSS) versi 18. Hasil: Hasil pengujian hipotesis temuan penelitian yaitu dukungan suami terhadap perilaku ibu perawatan berat lahir rendah dengan nilai p-value (0,000), pengetahuan terhadap perilaku ibu perawatan berat lahir rendah dengan nilai p-value (0,000) dan peran tenaga kesehatan terhadap perilaku ibu perawatan berat lahir rendah dengan nilai p-value (0,000). Kesimpulan: Ada hubungan dukungan suami, pengetahuan, peran tenaga kesehatan terhadap perilaku ibu dalam perawatan berat badan lahir rendah pada ibu nifas di RSUD kota bogor tahun 2021.
Copyrights © 2022