Saat ini mata pelajaran bahasa Sunda kurang diminati oleh siswa. Hal ini diduga karena cara guru dalammenyampaikan materi pelajaran cenderung membosankan dan hanya menggunakan metode ceramahdalam mengajar sehingga menyebabkan siswa merasa bosan dan tidak tertarik dengan mata pelajaranbahasa Sunda. Faktor lain yang menyebabkan siswa tidak tertarik dengan mata pelajaran Sunda adalahtata bahasa Sunda memang sulit dipelajari, dimana bahasa daerah biasanya memiliki beberapa kata yangdigunakan dalam situasi tertentu seperti bahasa lunak dan bahasa kasar (bahasa sehari-hari). Oleh karenaitu, diperlukan metode baru untuk belajar bahasa Sunda agar lebih menarik bagi siswa. Dalam penelitianini, peneliti menemukan media pembelajaran yang diharapkan dapat membuat siswa tertarik belajarbahasa Sunda. Media pembelajaran yang digunakan adalah permainan ular tangga. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan permainan ular tangga sebagai media pembelajaranbahasa Sunda yang diujikan pada siswa kelas 3 SDN Bojong Jengkol 01. Keefektifan mediapembelajaran ini ditinjau dari aspek pemahaman pada siswa melalui dua aspek, yaitu aspek pre-test danpost-test. adalah melihat perkembangan peserta didik sebelum dan sesudah pelaksanaan permainan ulartangga sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitudengan mendeskripsikan dan mengamati keefektifan permainan ular tangga sebagai mediapembelajaran.
Copyrights © 2022