Pemerintah Indonesia melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja BUMN. Namun, beberapa indikator keuangan menunjukkan bahwa program reformasi belum optimal mencapai tujuan untuk meningkatkan kinerja BUMN. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk membahas beberapa faktor yang mendasari yang mempengaruhi kinerja BUMN. Akibatnya, studi menemukan bahwa kontribusi BUMN Indonesia terhadap perekonomian relatif rendah dan stagnan. Selain itu, masih banyak BUMN yang belum beroperasi secara optimal. Hasil regresi menunjukkan kondisi keuangan BUMN semakin baik ketika perusahaan memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menghasilkan keuntungan dan melunasi hutang. Selain itu, kemampuan melunasi utang lebih penting untuk menjaga kinerja keuangan BUMN, daripada kemampuan menghasilkan laba. Studi ini juga menunjukkan inefisiensi dalam pengelolaan pegawai dan perumusan kebijakan di BUMN Indonesia.
Copyrights © 2022