Muara Musi merupakan muara sungai Telang dan Musi yang berbatasan langsung dengan Selat Bangka. Pada saat pasang (surut) kita melihat distribusi salinitas meningkat (menurun) yang diketahui melalui distribusi vertikal menggunakan CTD (Conductivity Temperature Depth). Diagram TS (Temperature-Salinity) digunakan untuk melihat karakteristik massa air di daerah penelitian. Metode DIVA (Data-Interpolating Variational Analysis) digunakan untuk interpolasi dan visualisasi data dari data vertikal dan spasial temperatur, salinitas dan densitas. Klasifikasi zona muara Musi diidentifikasi berdasarkan nilai sebaran salinitas yang memperhitungkan pertukaran salinitas yang bersirkulasi pada saat pasang dan surut. Densitas massa air secara signifikan dipengaruhi oleh salinitas yang terbukti bergradasi. Sementara distribusi suhu tidak berubah secara signifikan dengan kedalaman, distribusi spasial menunjukkan bahwa suhu di estuari lebih rendah daripada di daerah hulu dan laut. Distribusi spasial salinitas menunjukkan bahwa salinitas tinggi memasuki muara menuju sungai lebih jauh pada saat pasang dari pada saat surut. Distribusi salinitas berkisar antara 0,5–30 psu dan suhu antara 29–33 ℃ dari bagian horizontal dan vertikal. Pola sebaran salinitas di muara sungai Musi diidentifikasi, terdiri dari tiga zona yang mewakili kondisi salinitas di daerah penelitian, yaitu zona Polyhaline, Mesohaline, dan Olygohaline.
Copyrights © 2022