Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah hama tikus yang terjadi di desa Musir Kidul, Rejoso, Nganjuk. Permasalahan ini dipilih karena dampak yang ditimbulkan oleh hama tersebut mempengaruhi keberlangsungan produksi pertanian dan hasil panen petani, tidak jarang petani mengalami kerugian. Pengendalian hama tikus di desa ini berbeda dengan desa lainnya karena dilakukan dengan pemasangan rumah hantu sebagai tempat singgah burung hantu liar guna mengusir tikus. Penelitian pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research yang melibatkan petani, Dinas Pertanian, Kepala Desa, dan Mahasiswa KKN 84 UIN Sunan Ampel Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan rumah hantu (rubuha) dinilai kurang efektif dari segi efisiensi waktu, karena memerlukan waktu yang lama untuk menarik burung hantu liar agar masuk ke rubuha. Sehingga pengendalian dengan cara ini tidak dapat berjalan dengan baik; burung hantu yang diharapkan singgah di rubuha tidak datang, sementara serangan hama tikus terus berlangsung.
Copyrights © 2022