Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMASANGAN RUMAH BURUNG HANTU (RUBUHA) SEBAGAI PENGENDALI HAYATI DALAM MENGATASI HAMA TIKUS DI DESA MUSIR KIDUL KABUPATEN NGANJUK Nanik Yuliana; Kholifatun Qibtiyah; Ahmad Yusam Tobroni
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 3 (2022): Agustus: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah hama tikus yang terjadi di desa Musir Kidul, Rejoso, Nganjuk. Permasalahan ini dipilih karena dampak yang ditimbulkan oleh hama tersebut mempengaruhi keberlangsungan produksi pertanian dan hasil panen petani, tidak jarang petani mengalami kerugian. Pengendalian hama tikus di desa ini berbeda dengan desa lainnya karena dilakukan dengan pemasangan rumah hantu sebagai tempat singgah burung hantu liar guna mengusir tikus. Penelitian pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research yang melibatkan petani, Dinas Pertanian, Kepala Desa, dan Mahasiswa KKN 84 UIN Sunan Ampel Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan rumah hantu (rubuha) dinilai kurang efektif dari segi efisiensi waktu, karena memerlukan waktu yang lama untuk menarik burung hantu liar agar masuk ke rubuha. Sehingga pengendalian dengan cara ini tidak dapat berjalan dengan baik; burung hantu yang diharapkan singgah di rubuha tidak datang, sementara serangan hama tikus terus berlangsung.
Ibu Kota Negara yang (tak) Dirindukan: Kendi Nusantara, Jawaisme Jokowi, dan Semiologi Barthesian Nanik Yuliana; Moh Atikurrahman
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.698 KB) | DOI: 10.25139/fn.v5i2.5044

Abstract

Kendi Nusantara dianggap oleh beberapa kalangan sebagai simbol Jawaisme Presiden Joko Widodo. Di lain pihak, prosesi Penyatuan Tanah dan Air Nusantara (14/3/22) sebagai fokus penelitian ini dipahami bagian dari sistem lambang yang melampaui kode-kode kebahasaan terkait awal pembangunan IKN Nusantara. Pesannya jelas: Jokowi tidak ingin mengulangi langgam para pendahulunya yang memimpikan pemindahan ibu kota negara namun akhirnya kandas menjadi wacana belaka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis data Model Alir Miles & Huberman. Pokok pembahasan tertuju pada simbol dan wacana yang berserakan dalam prosesi awal pembangunan IKN Nusantara. Ritual yang kental dengan nuansa mistik menjadi sinyalemen yang khas dari seorang pemimpin berlatar kebudayaan Jawa. Kendi Nusantara menjadi representasi dari politik klenik ala Presiden Jokowi. Sebagai simbol, kendi identik dengan sistem budaya Jawa. Simbolisasi kendi sebagai bagian dari ritual mistik politik Jokowi (serta wacana-wacana yang melatarinya) ditelaah sebagai fenomena penandaan, yakni relasi antara penanda (signifier) yang konkrit dan petanda (signified) yang abstrak. Sistem tanda dalam penelitian ini menggunakan konseptual semiologi Roland Barthes yang menyakini proses penciptaan tanda selalu bersifat rumit dan kompleks (konotatif) dan tidak simplisitis (denotatif). Makna sebuah tanda yang hadir di tengah masyarakat senantiasa bersifat ambigu, dinamis, bahkan tidak jelas. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penelitian ini menarik kesimpulan mitos seputar ritual Kendi Nusantara adalah cara komunikasi presiden yang tidak lagi memanfaatkan kode-kode linguistik verbal. Dalam artian, tujuan dari ritual tersebut lebih tampak sebagai aksi simbolik sehubungan dengan realisasi pembangunan IKN Nusantara.
KUASI NARASI, KUASA GRAMATIKA: STRATEGI INKLUSI VAN LEEUWEN DALAM PEMBERITAAN MAHASISWA TOLAK KENAIKAN HARGA BBM: Narrative Quality, Gramatic Power: Van Leeuwen's Inclusion Strategy in Student Reporting Rejecting The Increase of Fuel Price Nanik Yuliana; Adi Syaiful Muchtar; Moh Atikurrahman
TOTOBUANG Vol. 11 No. 1 (2023): TOTOBUANG: EDISI JUNI 2023
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v11i1.427

Abstract

Abstract News narratives ideally provide credible and accurate information for the audience. The narrative construction of the news created by the mass media (online) should contain clear and non-taxical information. However, the fact that the media tends to use language in construction makes the information reported blurry and even distorted. The purpose of this qualitative research is to reveal the strategies and performances of actors (subjects) in two news narratives, “BEM SI Demo at the Ricuh Horse Statue, Students Break through Barbed Wire” (idntimes.com) and “Demo Reject Fuel Increase at the Horse Statue Colored by Mutual Action. Push” (Tribunnews.com). The two objects will be studied using Theo Van Leeuwen's theory of discourse analysis, especially regarding the inclusion strategy, namely how a party or group is presented in the news narrative. The data collection technique was carried out with the technique of note-taking and free-to-talk, while the data analysis method used the Flow and Agih method. Based on the analysis that has been done, idntimes.com and Tribunnews.com use inclusion strategies in the form of differentiation, abstraction, and assimilation. In the news narrative, differentiation creates a contrasting effect on social actors, abstraction causes social actors and events to not appear clearly or abstractly, while assimilation makes social actors anonymous. Keywords: Theo Van Leeuwen's Discourse Analysis, rising fuel prices, inclusion strategy   Abstrak Narasi berita idealnya memberikan informasi yang kredibel dan akurat bagi khalayak pembaca. Dalam hal itu, konstruksi naratif pemberitaan yang diciptakan media massa (daring) idealnya memuat informasi yang jelas dan tidak taksa. Namun fakta media cenderung memainkan bahasa dalam kontruksi narasi membuat informasi yang diberitakan cenderung menjadi kabur dan terdistorsi. Tujuan penelitian kualitatif ini untuk mengungkap strategi dan penampilan aktor (subjek) pada dua narasi berita, “Demo BEM SI di Patung Kuda Ricuh, Mahasiswa Terobos Kawat Berduri” (idntimes.com) dan “Demo Tolak Kenaikan BBM di Patung Kuda Diwarnai Aksi Saling Dorong” (Tribunnews.com). Kedua objek tersebut akan dikaji menggunakan teori analisis wacana Theo Van Leeuwen khususnya tentang strategi inklusi, yaitu bagaimana suatu pihak atau kelompok ditampilkan dalam narasi berita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik catat dan simak bebas libat cakap, sedangkan metode analisis data menggunakan metode Alir dan Agih. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, idntimes.com dan Tribunnews.com menggunakan strategi inklusi bentuk diferensiasi, abstraksi, dan asimilasi. Dalam dua narasi berita tersebut di atas, diferensiasi menimbulkan efek kontras mengenai aktor sosial; abstraksi menyebabkan aktor sosial dan peristiwa tidak tampil secara jelas alias kabur; sedangkan asimilasi membuat aktor sosial menjadi anonim.Kata Kunci: Analisis wacana, Theo Van Leeuwen, harga BBM, strategi, inklusi