Prokrastinasi ini merupakan salah satu bentuk manifestasi dari menurunnya kinerja kerja seseorang, dan meningkatnya stress. Prokrastinasi pada dasarnya disebabkan oleh banyak faktor, seperti kondisi fisik dan psikis individu, teman sebaya, pola pengasuhan orang tua, kondisi lingkungan dan sebagainya. Pada kenyataannya perilaku menunda pekerjaan tetap saja terjadi dilingkungan sekolah, tak terkecuali di lingkungan Perguruan Tinggi. Perilaku menunda pekerjaan akademik ini dilakukan pada jam-jam mata kuliah tertentu atau penugasan rumah yang dberikan oleh dosen. Perilaku menunda pekerjaan ini terjadi karena adanya beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa enggan untuk mengerjakan tugas dari dosen mata kuliah tertentu. Terkait dengan penjelasan tersebut konselor hendaknya perlu memberikan pelayanan dalam bentuk pengentasan masalah untuk mengurangi tingkat prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa. Salah satu pendekatan saat ini yang mulai dikaji adalah bibliokonseling, yakni pendekatan yang menggunakan media cetak. Menurut Nursalim (2013:13) media bahan cetak adalah media visual yang pembuatannya melalui proses percetakan (printing/offset). Media ini menyajikan pesan melalui huruf dan gambar yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan. Salah satu jenis media bahan cetak adalah buku teks. Bibliokonseling efektif untuk meminimalisir perilaku prokrastinasi akademik, dapat juga dilihat dalam proses yang dilakukan. Pertama, menyiapkan bacaan yang berisi tentang Prokrastinasi. Persiapan bacaan sangat penting dalam menentukan keberhasilan bibliokonseling. Bacaan disesuaikan dengan individu yang diberi treatment. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dideskripsikan menunjukkan bahwa bibliokonseling efektif untuk meminimalisir perilaku prokrastinasi akademik individu.
Copyrights © 2022