Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan supervisi penyelenggaraan bimbingan dan konseling di provinsi Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, yang mendeskripsikan tentang pelaksanaan supervisi penyelenggaraan bimbingan dan konseling di provinsi Gorontalo. Anggota populasi adalah seluruh guru Bimbingan dan Konseling di provinsi Gorontalo yang berjumlah 284 orang. Anggota sampel ditetapkan sebanyak 66 orang 20 (%) dengan memperhatikan wilayah tugas guru bimbingan dan konseling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagi teknik utama dan wawancara sebagai teknik pendukung. Analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi penyelenggaraan bimbingan dan konseling belum sesuai dengan ketentuan dalam supervisi bimbingan dan konseling, terutama dalam hal: (1) 95% guru-guru bimbingan dan konseling menyatakan disupervisi oleh supervisor yang tidak memiliki latar belakang keilmuan bimbingan dan konseling, (2) supervisi lebih menekankan pada aspek administrasi layanan, (3) supervisi lebih banyak menggunakan metode tanya jawab, (3) supervisor cenderung tidak mengamati langsung penampilan guru bimbingan dan konseling/konselor pada saat melaksanakan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok, (4) supervisor cenderung kurang memberikan informasi tentang kemutakhiran perkembangan pelayanan, (5) sebagian besar supervisor tidak memberikan contoh-contoh teknik layanan bimbingan dan konseling yang dapat mengaktifkan siswa (konseli) pada saat layanan, dan (6) supervisor cenderung tidak melaksanakan supervisi klinis.
Copyrights © 2022