Data menunjukkan kampus menempati urutan ketiga lokasi terjadinya tindak kekerasan. Kekerasan seksual terhadap mahasiswa memiliki banyak potensi risiko, baik secara fisik maupun psikologis. Edukasi pencegahan kekerasan seksual terbukti membekali pengetahuan kekerasan seksual yang membangun perilaku dan kondisi menolak kekerasan seksual. Upaya edukasi yang dapat diberikan kepada mahasiswa di Perguruan Tinggi adalah pembanjiran informasi dan pelatihan asertivitas seksual. Pembanjiran informasi yang berkaitan dengan gejala-gejala yang dapat menyebabkan terjadinya kasus-kasus pelecehan atau kekerasan seksual di dunia kampus ini secara intensif dan komprehensif dapat dilakukan agar mahasiswa dapat bersikap waspada dan berhati hati ketika melihat gejala-gejala tersebut dan kemudian memiliki mekanisme alami dalam pencegahan diri sedini mungkin. Upaya berikutnya adalah dengan pelatihan asertivitas seksual. Asertivitas seksual adalah penegasan diri secara seksual atau kemampuan seseorang untuk secara tegas mempertahankan hak seksualnya, untuk menghormati hak orang lain tanpa dilecehkan, dan untuk membuat keputusan seksual tanpa menyakiti orang lain atau pasangannya.
Copyrights © 2022