Konseling metode tasawufpada pelaku seks berisiko dilakukan pada tiga responden. Hasil penelitian: (1)alasan individu melakukan sex beresiko: terpengaruh pergaulan dengan teman-teman, terpapar pornografi melihat film porno, terpapar paham sex bebas. Subyek berusia remaja, berusia antara usia 22-24 tahun dan tingkat religiusitas subyek tergolong rendah; (2) nilai-nilai tasawufdalam konseling merupakan konsep layanan konseling dengan keilmuan yang dituntut untuk lebih humanistik, empirik dan fungsional (penghayatan terhadap ajaran Islam). Konseling ini mendiskusikan dan membicarakan bagaimana membina moral umat. Konseling metode tasawufdiawali dari kerangka futuwwah dengan mengaplikasikan sikap zuhud terhadap dunia makrokosmos dan mikrokosmos (manusia). Tahapannya: (a) takhalli (pembersihan hati dari sifat-sifat tercela). (b) tahalli (menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji) (c) tahap tajalli, setelah kedua tahap ini dengan dasar pengolahan batin (esoterik) seseorang akan mampu mengatur dirinya berkehidupan sosial dengan baik; (3) Dampak konseling tasawuf dalam kasus perilaku seks berisiko, subyek ada keinginan agar jiwanya bisa tumbuh sehat, ingin memiliki sifat-sifat yang baik, dan jiwa sehat dengan memiliki sifat-sifat yang terpuji. Hambatannya, perilaku individu yang lebih sehat tidak bertahan lama, maka konseling harus dilakukan berulang-ulang.
Copyrights © 2022