Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penerapan konseling lintas budaya dalam lingkungan pesantren di salah satu sekolah menengah atas MA An-Nawawi Berjan Purworejo. Hal ini dikarenakan di sana terdapat keragaman latar belakang budaya antara peserta didik, guru, dan staf di sekolah sehingga guru BK atau konselor dituntut untuk bisa menerapkan konseling lintas budaya di sekolah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif wawancara terpusat. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa penerapan konseling lintas budaya di MA An-Nawawi Berjan Purworejo berjalan dengan baik. Baik peserta didik pesantren maupun non pesantren mampu beradaptasi dengan keragaman budaya di sekolah. Tidak jarang konselor memberikan materi toleransi budaya. Hal itulah yang membuat para peserta didik memiliki toleransi yang tinggi terhadap keragaman budaya sehingga di sekolah tidak ada permasalahan serius yang disebabkan oleh keragaman budaya. Meski begitu, sangat diharuskan bagi konselor untuk memahami keberagaman budaya yang dimiliki oleh konseli agar proses konseling lintas budaya dapat berjalan dengan efektif.
Copyrights © 2022