Artikel ini bertujuan untuk mengakses dan menganalisa isu gender menurut sahabat nabi yang termuat dalam tafsir Ibnu Katsir. Rumusan masalahnya yakni bagaimana gender perspektif sahabat nabi dalam tafsir Ibnu Katsir. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan yang data primernya ialah tafsir Ibnu Katsir. Adapun temuan artikel ini ialah tafsir gender sahabat nabi tidak jauh berbeda dengan pendapat tafsir klasik seperti penciptaan Hawa dari Adam, bolehnya berpoligami atas dasar keadilan serta hak suami sebagai pemimpin rumah tangga. Pendapat lain mengatakan bahwa tokoh mufassir dari kalangan sahabat tidak terbatas jumlahnya pada sepuluh orang saja termasuk Anas bin Malik, Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdillah, Abdullah bin Amru bin al-Ash dan Aisyah ra, hanya saja riwayat yang diambil dari mereka sangat sedikit dan tidak semasyhur ulama yang sepuluh.
Copyrights © 2022