Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi muatan budaya Yogyakarta dalam bahan ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutr Asing). Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan teknik bac dan catat. Objek material dalam penelitian ini adalah Bahan Pendukung BIPA Menjelajah Kearifan Yogyakarta dan Budaya Jawa: Bahan Ajar Pendukung BIPA Bermuatan Budaya Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Objek formal dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotika dengan teori Piercean. Menurut teori Piercean, untuk merepresentasikan budaya Yogyakarta dalam kedua buku tersebut dapat dilihat berdasarkan tiga hal, yaitu indeks, ikon dan simbol. Data penelitian tersebut, kemudian dikategorikan dalam unsur budaya yang dirumuskan secara universal oleh Koentjaraningrat. Tujuh unsur budaya tersebut adalah sistem religi dan upacara keagamaan; sistem organisasi kemasyarakatan; sistem pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem mata pencaharian hidup; dan sistem teknologi dan peralatan hidup. Hasil penelitian menunjukkan budaya Yogyakarta dari kedua bahan ajar belum direpresentasikan secara utuh dalam bentuk ikon dan indeks, sedangkan pada bentuk simbol sudah direpresentasikan secara utuh.Kata kunci: BIPA, Budaya, Semiotika
Copyrights © 2022