Introduction – Ketergantungan zat akan menyebabkan seseorang mengalami kondisi parah. Seseorang yang mengalami ketergantungan obat akan memiliki dampak terhadap pola pikir dalam nilai, agama dan norma. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap emosi pasien penyalahgunaan NAPZA yaitu marah, sedih, kecewa sampai putus asa. Sehingga perasaan seseorang tersebut akan mendapat ketenangan melalui terapi spiritual yaitu dzikir. Dzikir akan membantu seseorang menjadi lebih tenang dan merasa dalam lindungan-Nya serta menumbuhkan rasa percaya diri, aman dan tentram. Purpose – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dzikir terhadap kontrol diri pasien penyalahgunaan napza. Methodology – Metode dalam penelitian ini adalah studi kasus pada pasien penyalahgunaan NAPZA. Satu pasien pengguna NAPZA terlibat dalam penelitian ini. Kegiatan dilakukan dengan melakukan pengkajian, implementasi dan evaluasi. Finding – Pasien seorang wanita berusia 16 tahun kecanduan NAPZA. Kegiatan penelitian ini yaitu memberikan terapi dzikir. Pasien diminta untuk melakukan dzikir menggunakan tasbih digital. Hasil penelitian ini menemukan setelah dilakukan monitoring selama 8 hari terdapat perubahan yang signifikan terhadap kontrol diri pasien penyalahgunaan NAPZA. Originality/Value/Implication – Studi kasus ini dapat dilakukan pada pasien penyalahgunaan NAPZA terhadap kontrol diri dengan alat yang digunakan yaitu tasbih digital dalam implementasi penerapan spritual.
Copyrights © 2023