Cakupan global imunisasi menurun dari 86% pada 2019 menjadi 83% pada 2020. Diperkirakan 23 juta anak di bawah usia satu tahun tidak menerima imunisasi dasar yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 2009. Pada 2020, angka anak yang tidak menerima vaksin meningkat 3,4 juta (WHO, 2021). Imunisasi dasar lengkap biasanya membantu bayi mengalami pertumbuhan yang baik. Fungsi kekebalan tubuh saling berhubungan erat satu sama lain dan pada akhirnya akan memengaruhi pertumbuhan berupa status gizi pada bayi (Wahyuni and Prasetya, 2020). Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui cakupan imunisasi dasar lengkap di posyandu wilayah Puskesmas Gombong I sebelum dan selama pandemi covid-19 dan hubungannya dengan pertumbuhan balita. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Data diambil melalui pencatatan cakupan imunisasi dan pertumbuhan balita pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Penelitian ini mempunyai hipotesis bahwa terdapat penurunan cakupan imunisasi dasar pada balita di puskesmas wilayah Puskesmas Gombong I akibat dari pandemi covid-19 dan imunisasi dasar cukup mempengaruhi pertumbuhan pada balita. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi berupa data yang valid mengenai hubungan imunisasi dasar lengkap dengan pertumbuhan balita juga realita cakupan imunisasi dasar selama pandemi covid-19 dan perbandingannya dengan sebelum masa pandemi covid-19. Data tersebut diharapkan kemudian akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar di lingkungan sekitar tempat penelitian.
Copyrights © 2023