Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Vol 4, No 1 (2022): Juli

FENOMENA HALLYU WAVE DALAM SUDUT PANDANG ISLAM (KAJIAN HERMENEUTIS ABDULLAH SAEED TERHADAP QS. HUD AYAT 118)

Faridatun Nisa (Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto)
Laily Liddini (Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto)



Article Info

Publish Date
29 Jul 2022

Abstract

Abstract: Starting from the emergence of various contemporary phenomena, especially the hallyu wave phenomenon, this paper tries to explain the views of Qur'anic interpretation related to Korean culture which is currently widespread and even becomes public consumption. Textual Classical interpretations still lack in ability to answer current problems since it remain rely on the world of texts. Therefore, it needs a more contextual understanding. This effort is expected to be the initial step in looking at the next phenomenon which is more urgent to be understood in order to ensure that Islamic and national identity is maintained properly. The author uses Abdullah Saeed's  Contextualist interpretation method to understand Qs. Hud: 118 as verses which sufficient to identify the current phenomenon then conform it into Islamic values. As a result, Islam is quite open in looking at foreign cultures, but must maintain and preserve its own culture. Thus a wasath attitude can be implemented, by not merely refusing outright and not accepting excessively the incoming culture.Keywords: Hallyu Wave, Hermeneutis, Abdullah Saeed Abstrak: Berawal dari kemunculan berbagai fenomena kontemporer, seperti fenomena hallyu wave, tulisan ini mencoba untuk menjelaskan terkait pandangan tafsir Qur’an terkait budaya Korea yang sedang maraknya tersebar bahkan hingga menjadi konsumsi publik. Tafsir klasik yang bersifat tekstualis secara umum masih belum bisa dikatakan menjawab problem kekinian karena masih bertumpu pada dunia teks sehingga perlu adanya pemahaman yang lebih kontekstual. Upaya ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal dalam memandang fenomena selanjutnya yang lebih urgent untuk dipahami sehingga identitas keislaman dan kebangsaan tetap terjaga dengan baik. Penulis menggunakan metode tafsir Kontekstualis Abdullah Saeed untuk memahami Qs. Hud: 118 sebagai ayat yang cukup untuk mengidentifikasi fenomena saat ini agar sesuai dengan nilai Islam. Hasilnya, Islam cukup terbuka dalam memandang budaya luar, akan tetapi harus tetap mempertahankan dan melestarikan budaya sendiri sehingga sikap wasath dapat diambil, yaitu dengan tidak menolak secara mentah dan tidak menerima secara berlebihan terhadap budaya yang datang.Kata Kunci: Hallyu Wave, Hermeneutis, Abdullah Saeed  

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

muasharah

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Fokus dalam jurnal ini adalah "Islam Kontemporer" dan lingkupnya adalah: Islam sebagai Ajaran Islam sebagai lembaga Islam sebagai praktik ekonomi Islam dan politik Islam dan kebudayaan Penerapan Islam oleh ...