Ulkus kornea merupakan suatu kondisi infeksi kornea yang melibatkan lapisan epitel hingga stroma. Penggunaan steroid tanpa indikasi masih menjadi hal yang masif di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta berpotensi mengakibatkan berbagai komplikasi. Steroid dapat menunda penyembuhan epitel dan dapat menginduksi terjadinya perforasi, serta inhibisi neutrofil sehingga dapat mengeksaserbasi infeksi. Pemahaman secara holistik mengenai ulkus kornea terutama pendekatan diagnosis baik secara klinis maupun penunjang hingga manajemen efektif bagi pasien sangat penting untuk dipahami oleh setiap dokter terutama pada pelayanan FKTP. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait penegakan diagnosis, tatalaksana steroid dan penggunaan periosteal graft pada ulkus kornea yang sudah mengalami perforasi. Seorang pria berusia 39 tahun datang ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang (RSSA) dengan keluhan mata kiri kemerahan, nyeri, dan muncul lesi berwarna putih yang meluas. Keluhan tersebut muncul pada mata kiri setelah terkena pelepah pisang satu bulan yang lalu. Awalnya hanya muncul bintik putih dan kemudian meluas. Pasien telah mendapat pengobatan dari FKTP dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) namun dirujuk ke RSSA karena terdapat potensi komplikasi. Pendekatan diagnosis secara holistik dan penatalaksanaan yang tepat indikasi penting untuk mencegah komplikasi ulkus kornea khususnya dalam penggunaan steroid.
Copyrights © 2022