Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ULKUS KORNEA PERFORASI SEBAGAI DAMPAK PENGGUNAAN STEROID TANPA INDIKASI: SEBUAH LAPORAN KASUS Vilado, Irene; Herwindo, Dicky; David, Nathanael; Chandra, Beryl; Sagita, Zendy
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): Edisi Oktober
Publisher : RSUD Dr. Saiful Anwar Province of East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jk-risk.02.1.7

Abstract

Ulkus kornea merupakan suatu kondisi infeksi kornea yang melibatkan lapisan epitel hingga stroma. Penggunaan steroid tanpa indikasi masih menjadi hal yang masif di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta berpotensi mengakibatkan berbagai komplikasi. Steroid dapat menunda penyembuhan epitel dan dapat menginduksi terjadinya perforasi, serta inhibisi neutrofil sehingga dapat mengeksaserbasi infeksi. Pemahaman secara holistik mengenai ulkus kornea terutama pendekatan diagnosis baik secara klinis maupun penunjang hingga manajemen efektif bagi pasien sangat penting untuk dipahami oleh setiap dokter terutama pada pelayanan FKTP. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait penegakan diagnosis, tatalaksana steroid dan penggunaan periosteal graft pada ulkus kornea yang sudah mengalami perforasi. Seorang pria berusia 39 tahun datang ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang (RSSA) dengan keluhan mata kiri kemerahan, nyeri, dan muncul lesi berwarna putih yang meluas. Keluhan tersebut muncul pada mata kiri setelah terkena pelepah pisang satu bulan yang lalu. Awalnya hanya muncul bintik putih dan kemudian meluas. Pasien telah mendapat pengobatan dari FKTP dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) namun dirujuk ke RSSA karena terdapat potensi komplikasi. Pendekatan diagnosis secara holistik dan penatalaksanaan yang tepat indikasi penting untuk mencegah komplikasi ulkus kornea khususnya dalam penggunaan steroid.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Angka Kejadian Nokturia pada Mahasiswa/i Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya selama Pandemi COVID-19 Pradyaputri, Naura Shafa; Daryanto, Besut; Sagita, Zendy
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan Vol 3 No 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : RSUD Dr. Saiful Anwar Province of East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jk-risk.03.2.3

Abstract

Pendahuluan: Nokturia merupakan gejala paling umum dan mengganggu pada gangguan saluran kemih bagian bawah. Dampak nokturia dirasakan lebih besar pada usia muda khususnya mahasiswa yang dapat menyebabkan penurunan performa akademik. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecemasan sering terjadi secara bersamaan dengan nokturia dan memiliki hubungan dua arah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta hubungan tingkat kecemasan dengan angka kejadian nokturia pada mahasiswa/i teknologi pertanian selama pandemi COVID-19. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Kuisioner Google form berisi pertanyaan data karakteristik mahasiswa, kuesioner ICIQ-N berisi frekuensi nokturia serta skor mengganggu, dan kuesioner ZSAS untuk tingkat kecemasan. Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan nokturia. Hasil: Hasil diperoleh bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan antara tingkat kecemasan (p=0.307). Nokturia merupakan gejala yang sering dialami oleh mahasiswa. Skor mengganggu meningkat seiring dengan tingkat keparahan nokturia. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang lemah antara tingkat kecemasan dengan nokturia.
ULKUS KORNEA PERFORASI SEBAGAI DAMPAK PENGGUNAAN STEROID TANPA INDIKASI: SEBUAH LAPORAN KASUS Vilado, Irene; Herwindo, Dicky; David, Nathanael; Chandra, Beryl; Sagita, Zendy
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): Edisi Oktober
Publisher : RSUD Dr. Saiful Anwar Province of East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jk-risk.02.1.7

Abstract

Corneal ulcer is an infectious condition of the cornea that involves the epithelial layer to the stroma. Steroid use to treat corneal ulcer without indication is still a massive issue especially in primary-level healthcare facility (PLHF) and may potentially cause various complications. Steroids can delay epithelial healing and induce perforation, and also neutrophil inhibition that will lead to infection exacerbation. A holistic understanding of corneal ulcers, especially the approach to diagnosis, both clinically and diagnostics work up, and effective management for patients are very important to understand, especially in PLHF. This case report aims to provide knowledge regarding the steroid management of corneal ulcers and periosteal graft use in perforated corneal ulcers. . Male, 39 year old, comes to RSUD Dr. Saiful Anwar Malang (RSSA) with chief complaints of redness, pain, and white lesion that progressively widened in left eye. Patient had a history of trauma caused by inflorescence one month ago. White lesion was first only a pinpoint lesion but progressively widened. Patient have sought medical advice to PLHF and secondary-level healthcare facility (SLHF), then referred to RSSA with potential complication occurring. Approach to diagnosis holistically and management with correct indication is important to prevent corneal ulcer perforation especially due to steroid use.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Angka Kejadian Nokturia pada Mahasiswa/i Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya selama Pandemi COVID-19 Pradyaputri, Naura Shafa; Sagita, Zendy; Daryanto, Besut
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan Vol 3 No 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : RSUD Dr. Saiful Anwar Province of East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jk-risk.03.2.3

Abstract

Background: Nocturia is the most common and disturbing symptom in lower urinary tract disorders. Younger people, particularly college students, are more affected by nocturia, which can have a negative impact on their academic performance. A study revealed that anxiety often occurs simultaneously with nocturia and has a reciprocal association. Aim: The purpose of this study is to examine the frequency of nocturia in agricultural technology students during the COVID-19 pandemic and the association between anxiety levels and nocturia incidence. Methods: Analytic observational study with cross sectional design. The Google form questionnaire contains questions about student characteristics data, the ICIQ-N questionnaire contains the frequency of nocturia and disturbance scores, and the ZSAS questionnaire for anxiety levels. Data analyzed used Chi Square test to analyze the relationship between anxiety level and nocturia. Results: The results showed that there was an insignificant relationship between anxiety levels (p=0.307). Nocturia is a symptom that is often experienced by students. The disturbing score increases along with the severity of nocturia. Conclusion: There was a weak association between anxiety level and nocturia.