Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran
Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022

Reduksi Superioritas Barat dalam Alih Wahana Novel Gerbang Dialog Danur Karya Risa Saraswati dan Film “Danur; I Can See Ghost” Karya Awi Suryadi: Reduction of Western Superiority in the Adaptation of the Novel 'Gerbang Dialog Danur' by Risa Saraswati and the Film 'Danur: I Can See Ghost' by Awi Suryadi

Lestari, Erawati Dwi (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Dec 2022

Abstract

Selama ini karya sastra horor kerap dipandang sebelah mata. Sastra horor juga sering disebut sebagai karya picisan dengan bumbu seks di sana-sini. Jalinan cerita pada sastra horor dianggap tidak masuk akal dan hanya memberi efek ketakutan. Padahal jika diteliti lebih dalam, sastra horor dapat memberi sumbangan bagi perkembangan sastra. Gerbang Dialog Danur (2015) karya Risa Saraswati merupakan novel bergenre horor populer yang mendekonstruksi konsep hantu sebagai makhluk menyeramkan dan pengganggu. Di awal tahun 2017, novel ini diadaptasi ke dalam film berjudul “Danur: I Can See Ghost” oleh Awi Suryadi. Usai diangkat ke layar putih, ada beberapa perbedaan antara karya asal dengan hasil adaptasi. Dalam novel, beberapa tokoh hantu Belanda dikisahkan secara jelas oleh pengarang. Namun setelah dialihwahanakan, setidaknya hanya tiga hantu Belanda yang ditampilkan. Kemunculan mereka pun terbilang jarang, bahkan masa lalu ketiganya tidak digambarkan secara utuh. Sementara hantu lokal yang sebelumnya tampil inferior dalam novel, berubah menjadi superior dalam film. Peniadaan dan pengurangan jumlah hantu Belanda, kemunculan hantu pribumi yang lebih dominan, serta perubahan sifat hantu lokal dalam film adaptasi, memperlihatkan adanya pergeseran superioritas yang sebelumnya menempatkan hantu Belanda sebagai pihak yang berkuasa. Hal ini menunjukkan adanya ‘ruang’ yang diberikan bagi hantu pribumi dalam karya adaptasi, yang sebelumnya didominasi oleh hantu Belanda di dalam novel. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori alih wahana dan poskolonial guna memperlihatkan representasi Barat dan Timur yang tergambar pada tokoh hantu Belanda dan Indonesia di dalam novel maupun film adaptasi, melihat makna yang terdapat di balik pengurangan jumlah tokoh, penambahan adegan dalam film, serta perubahan sifat tokoh hantu Belanda dan Indonesia di dalam film sebagai hasil dari proses alih wahana.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

bind

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran diterbitkan pada bulan April dan Oktober oleh Universitas Nusantara PGRI Kediri. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian bahasa, seni, dan pengajarannya, yang belum dimuat dalam media cetak dan elektronik lain. Fokus dan scope meliputi : 1. ...