Abstract: The problem of poverty in Indonesia is faced by all religious people, including Christians and Muslims. Each of the Christians and Muslims has had efforts to overcome poverty, the implementation of which occurs in each of these religious communities. In this case, cooperation is needed so that both can work together to overcome poverty. Therefore, a common basis is needed in building this cooperation. This paper intends to propose this common basis through the interpretations of Luke 18:18-27 and Al Baqarah [2]:261-274. Both of these texts have the potential to contribute ideas in overcoming poverty. The result of this research is that both in Luke 18:18-27 and in Al Baqarah [2]:262-274 there is an obligation to distribute wealth to the poor. Thus, this concept can be used as a joint basis in order to create cooperation between Christians and Muslims to cope with poverty in Indonesia. Abstrak: Masalah kemiskinan di Indonesia dihadapi oleh semua umat beragama, termasuk di dalamnya adalah umat Kristen dan Islam. Masing-masing umat Kristen dan Islam telah mempunyai upaya dalam mengatasi kemiskinan yang pelaksanaanya terjadi dalam masing-masing komunitas agama tersebut. Dalam hal ini diperlukan kerja sama agar keduanya dapat bergotong royong untuk mengatasi kemiskinan. Karena itu diperlukan dasar bersama dalam membangun kerja sama ini. Tulisan ini bermaksud mengusulkan dasar bersama tersebut melalui tafsir Lukas 18:18-27 dan Al Baqarah [2]:261-274. Kedua teks ini berpotensi untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam mengatasi kemisinan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa baik dalam Lukas 18:18-27 maupun dalam Al Baqarah [2]:262-274 terdapat keharusan untuk menyalurkan kekayaan kepada orang-orang miskin. Dengan demikian, konsep ini dapat digunakan sebagai dasar bersama dalam rangka menciptakan kerja sama antara umat Kristen dan Islam untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Copyrights © 2022