Tulisan ini hendak membahas mengenai katekese kepada PPA mengenai pelayanan. PPA yang bertugas sebagai pelayan imam atau disebut misdinar, merupakan salah satu pelayanan di dalam Gereja. Selama masa pandemi covid-19, PPA paroki Ijen tidak melakukan tugas misdinar seperti biasanya. Kegiatan pertemuan PPA atau tugas melayani imam saat perayaan ekaristi juga ditiadakan. Fokus dari tulisan ini adalah pelayanan PPA selama pandemi. Priska Valeria dalam tulisannya mengatakan “misdinar dalam perayaan ekaristi adalah sebuah keharusan” (Priska, 2016), akan tetapi selama masa pandemi tentu hal ini tidak memungkinkan. Permasalahan ini akan dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut: mengapa misdinar atau PPA itu diperlukan dalam sebuah paroki? mengapa pendampingan PPA/Misdinar selama pandemi harus digiatkan? mengapa PPA harus diberi katekese menganai pelayanan? mengapa Paroki Ijen membimbing PPA? Metode penulisan yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menganalisa pelayanan PPA selama pandemi, kemudian mendeskripsikan sesuai realita yang terjadi. Temuan dari tema ini yaitu pandemi yang menjadikan segala macam kegiatan menjadi terbatas tidak menciutkan semangat pelayanan mereka. Meskipun tidak ada tugas misdinar selama pandemi namun kehadiran mereka sebagai anggota gereja adalah penting.
Copyrights © 2022