Pengurangan ketimpangan menjadi salah satu fokus tujuan yang ingin diraih oleh seluruh bangsa. Hal ini tergambar dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang disepakati oleh seluruh kepala negara yang mewakili bangsa-bangsa di seluruh dunia. Pengurangan ketimpangan menjadi target SDGs nomor sepuluh. Di Indonesia, ketimpangan pendapatan menjadi salah satu permasalahan utama.. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan ketimpangan pendapatan yang meningkat setiap tahunnya. Tahun 2017, Gini ratio meningkat sebesar 0,003 menjadi 0,4055. Di sisi lain pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut berada di atas rata-rata nasional. Tahun 2016, laju pertumbuhan ekonomi provinsi tumbuh sebesar 5,55 persen, lebih besar dari rata-rata nasional yakni 5,02 persen. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Jawa Timur, terutama wilayah Arek, Pandalungan, Mataraman dan Madura. Metodologi penelitan yang digunakan adalah Analisis Profil serta Regresi Data Panel. Hasil analisis profil menunjukkan bahwa empat kelompok daerah di Jawa Timur memiliki karakteristik gini ratio yang berbeda. Hasil penelitian lanjutan menunjukkan perbedaan variabel independen yang signifikan mempengaruhi gini ratio di Jawa Timur. Tingkat pengangguran terbuka berpengaruh di wilayah Mataraman dan Arek, investasi berpengaruh positif di wilayah Pandalungan dan Mataraman. Variabel jumlah penduduk berpengaruh positif di wilayah Arek, Mataraman dan Pandalungan. Pemerintah harus mengendalikan pertumbuhan penduduk, meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan serta mengarahkan investasi agar ketimpangan pendapatan dapat dikurangi.
Copyrights © 2019