Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI JAWA TIMUR TAHUN 2010-2017 Rahadyan Saktyo Arzaqi; Erni Tri Astuti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2019 No 1 (2019): Seminar Nasional Official Statistics 2019
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.288 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2019i1.195

Abstract

Pengurangan ketimpangan menjadi salah satu fokus tujuan yang ingin diraih oleh seluruh bangsa. Hal ini tergambar dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang disepakati oleh seluruh kepala negara yang mewakili bangsa-bangsa di seluruh dunia. Pengurangan ketimpangan menjadi target SDGs nomor sepuluh. Di Indonesia, ketimpangan pendapatan menjadi salah satu permasalahan utama.. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan ketimpangan pendapatan yang meningkat setiap tahunnya. Tahun 2017, Gini ratio meningkat sebesar 0,003 menjadi 0,4055. Di sisi lain pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut berada di atas rata-rata nasional. Tahun 2016, laju pertumbuhan ekonomi provinsi tumbuh sebesar 5,55 persen, lebih besar dari rata-rata nasional yakni 5,02 persen. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Jawa Timur, terutama wilayah Arek, Pandalungan, Mataraman dan Madura. Metodologi penelitan yang digunakan adalah Analisis Profil serta Regresi Data Panel. Hasil analisis profil menunjukkan bahwa empat kelompok daerah di Jawa Timur memiliki karakteristik gini ratio yang berbeda. Hasil penelitian lanjutan menunjukkan perbedaan variabel independen yang signifikan mempengaruhi gini ratio di Jawa Timur. Tingkat pengangguran terbuka berpengaruh di wilayah Mataraman dan Arek, investasi berpengaruh positif di wilayah Pandalungan dan Mataraman. Variabel jumlah penduduk berpengaruh positif di wilayah Arek, Mataraman dan Pandalungan. Pemerintah harus mengendalikan pertumbuhan penduduk, meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan serta mengarahkan investasi agar ketimpangan pendapatan dapat dikurangi.
KAJIAN INDEKS MODAL MANUSIA DAN PERANANNYA DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2015-2018 M Nata Kesuma; Erni Tri Astuti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.469 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.523

Abstract

Pada tahun 2018, Grup Bank Dunia mengeluarkan sebuah indeks yakni Indeks Modal Manusia (IMM) yang akan mengukur kontribusi kesehatan dan pendidikan untuk produktivitas generasi pekerja berikutya. Indeks ini diharapkan mampu untuk dapat mempercepat investasi yang lebih baik dan lebih banyak pada modal manusia serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik selaku(BPS) penyelenggara statistik dasar hingga saat ini belum menghitung IMM. Padahal indeks ini dapat dijadikan acuan atau dasar bagi pemerintah dalam membuat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stagnansi yakni 4%-5% dalam kurun waktu 2015-2018. Dalam teori pertumbuhan ekonomi neoklasik terdapat 3 faktor dalam pertumbuhan ekonomi yakni akumulasi modal, pertumbuhan penduduk yang diikuti dengan kualitasnya dan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan menghitung nilai Indeks Modal Manusia Indonesia dan pengaruhnya bersama PMTB serta didukung oleh pengaruh teknologi dari nilai Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasilnya pada tahun 2015 hingga 2018 terjadi penurunan nilai Indeks Modal Manusia Indonesia. Sementara, dari model regresi panel diperoleh hasil bahwa pada tingkat signifikansi 5 persen PMTB dan IP-TIK berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan IMM tidak dapat menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dari hasil tersebut, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan PMTB dan dukungan akan kemajuan teknologi guna mendorong perekonomian.
PEMODELAN TINGKAT RUMAH TANGGA KUMUH PERKOTAAN DI INDONESIA TAHUN 2019 MENGGUNAKAN BINOMIAL NEGATIF Ary Vebryan; Erni Tri Astuti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.918 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.595

Abstract

Menurut World Bank, pada tahun 2045 diproyeksikan 70 dari 100 orang akan tinggal di wilayah perkotaan di Indonesia. Bertambahnya jumlah penduduk di perkotaan akan menambah pula tuntutan kebutuhan dasar manusia, terutama perumahan. Permasalahan ini akan menimbulkan tumbuhnya rumah tangga kumuh di wilayah perkotaan karena adanya keterbatasan lahan. Pengetasan kawasan kumuh menjadi salah satu target dari Sustainable Development Goals 2015-2030 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang tahun 2005-2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum rumah tangga kumuh perkotaan di Indonesia, memodelkan tingkat rumah tangga kumuh perkotaan di Indonesia dengan model regresi untuk data count, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat rumah tangga kumuh perkotaan. Pemodelan sederhana terhadap tingkat rumah tangga kumuh yang tinggal di perkotaan menggunakan Regresi Poisson. Namun, seringkali data observasi terjadi masalah overdispersi atau nilai varians melebihi nilai meannya. Salah satu cara alternatif untuk mengatasi masalah overdispersi dengan menggunakan Regresi Binomial Negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengganguran terbuka, persentase rumah tangga miskin, persentase hunian bukan milik sendiri, dan tipologi wilayah merupakan variabel bebas yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat rumah tangga kumuh perkotaan. Pengetahuan tentang variabel yang berpengaruh diharapkan dapat membantu pengetasan kawasan kumuh agar kesejahteraan masyarakat perkotaan dapat meningkat.
PEMODELAN NILAI EKSPOR KELAPA SAWIT DI INDONESIA MENGGUNAKAN SMOOTHING KERNEL (MODELING THE VALUE OF PALM OIL EXPORTS IN INDONESIA USING SMOOTHING KERNEL) Aditya Faizal Arifin; Erni Tri Astuti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.592 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.597

Abstract

Perdagangan internasional adalah salah satu kegiatan yang dilakukan di seluruh negara untuk memenuhi kebutuhan negaranya. Pada awalnya, ekspor migas merupakan sektor yang diunggulkan di Indonesia, akan tetapi pada beberapa tahun terakhir telah terjadi perubahan yang menyebabkan ekspor non migas lebih diunggulkan. Salah satu ekspor negara Indonesia yang menghasilkan devisa yang tinggi adalah ekspor kelapa sawit. Dalam Rancangan Pemerintah Jangka Menengah Nasional, sektor ini menjadi sektor yang diunggulkan karena kontribusi yang sangat besar bagi ekspor non migas. Proyeksi nilai ekspor kelapa sawit sangat diperlukan sebagai pertimbangan keberhasilan ekspor non migas di Indonesia. Salah satu teknik peramalan yang dapat digunakan adalah teknik Smoothing Kernel. Data yang digunakan adalah nilai ekspor kelapa sawit pada tahun 2015 sampai 2019, penelitian kali ini membagi 2 data yaitu data testing dan training. Hasil dari peramalan menunjukan bahwa smoothing kernel statis lebih baik dari pada smoothing kernel dinamis bisa diihat dari nilai MAPE yang lebih kecil. Selanjutnya peneliti meramalkan nilai ekspor kelapa sawit tahun 2020, hasilnya total nilai ekspor kelapa sawit tahun 2020 senilai 14245.6 juta USD dan pertumbuhan nilai ekspor kelapa sawit akan turun sebesar 10.7% dari tahun 2019, tentu ini akan membantu pemerintah dalam mewujudkan target RPJMN untuk pertumbuhan nilai ekspor nonmigas.
Pengelompokan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Berdasarkan Potensi Pariwisata Tahun 2020 Sopa Maulidia; Erni Tri Astuti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2022 No 1 (2022): Seminar Nasional Official Statistics 2022
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.345 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1480

Abstract

Tourism is one of the government's strategies to accelerate national economic growth in the 2015-2019 RPJMN because through its multiplier effect the tourism sector can help accelerate national economic growth. Central Java Province in 2020 has an uneven distribution of tourist attractions among other districts/cities. The uneven distribution of the number of tourist attractions is the background for the author in grouping districts/cities in Central Java based on tourism potential. This study uses 8 variables related to tourism potentials. The unit of analysis used in this study were 35 districts/cities in Central Java Province. The analytical method used is k-means cluster analysis which is famous for its ease of algorithm. This study resulted in 4 groups of regencies/cities with low, medium, high, and very high tourism potential, each consisting of 8 regencies/cities, 4 regencies/cities, 22 regencies/cities, and 1 district. The government is expected to know the potential of each region before prioritizing tourism development in Central Java Province.
Pengelompokan Provinsi Di Indonesia Berdasarkan Determinan Kesehatan Balita Dengan Menggunakan Analisis Cluster Tahun 2018 Septia Nur Azizah; Erni Tri Astuti
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2022 No 1 (2022): Seminar Nasional Official Statistics 2022
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.419 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1484

Abstract

Toddlers are one of the groups that are vulnerable and sensitive to nutritional and health problems. Indicators of mortality, nutritional status, and morbidity rates can be used to measure the health of status of toddlers. Based on the 2012 IDHS, 40 toddlers died before reaching the age of 5 years and according to Riskesdas 2018, 30 to 31 toddlers were stunted. Nationally, the mortality rate of toddlers range in Indonesia reaches 87 people and the the stunting prevalence range reaches 25 percent, which shows the disparity in the health of toddlers between regions and shows that the health of toddlers in Indonesia tends to be low. So, it is necessary to group provinces to see the characteristics of each province and identify priority areas. The analysis method applies k-means clusters with a coverage of 34 province in Indonesia. The result of the grouping formed 3 clusters, namely cluster 1 is a provinces with a moderate degree of toddler health, cluster 2 is a provinces with a good degree of toddler health and cluster 3 is a provinces with a poor degree of health of toddlers.