Pemerintah Indonesia berkomitmen mencapai target dari program Sustainable Development Goals (SDG’s) pada tahun 2030. Salah satu target yang ingin dicapai adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak khususnya pendidikan di usia dini. Pendidikan prasekolah (preschool) adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani rohani anak didik dan di mulai sejak anak usia 0-6 tahun yaitu dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya. Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD pada tahun 2018 di Provinsi Papua Barat masih rendah, sehingga menarik untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor lingkungan keluarga apa saja yang berpengaruh terhadap partisipasi anak untuk mengikuti PAUD. Untuk keperluan tersebut maka digunakan regresi logistik biner sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga yang memengaruhi status partisipasi PAUD di Provinsi Papua Barat pada tahun 2018 berupa variabel rata-rata pengeluaran rumah tangga sebulan, jumlah anggota rumah tangga, umur kawin pertama kepala rumah tangga dan status pekerjaan kepala rumah tangga.
Copyrights © 2020