Metode pendugaan kemungkinan maksimum atau maximum likelihood estimator (MLE) biasanya digunakan untuk menduga parameter model regresi logistik karena efisiensinya di bawah model parametrik. Namun, bukti menunjukkan bahwa metode ini sangat rentan terhadap amatan terluar atau pencilan. Metode regresi logistik kekar digunakan untuk memperbaiki masalah ini. Tulisan ini membahas kinerja pendugaan kemungkinan maksimum dan dua penduga kekar yaitu Bianco dan Yohai (BY) dan BY terboboti atau weighted BY (WBY). Sebagai terapan akan digunakan data kinerja perekonomian provinsi di Indonesia sebagai peubah respon. Sedangkan untuk peubah penjelas digunakan persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan dan angka partisipasi murni tingkat SLTP. Dengan melihat statistik chi-square dan kedekatan nilai dugaan kekar dengan MLE-Clean, penduga kekar BY adalah lebih baik dari WBY. Hasil dari pendugaan BY didapatkan bahwa bahwa peubah yang memengaruhi kinerja perekonomian adalah persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan.
Copyrights © 2020