Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) menyebabkan fokus perhatian tertuju pada sektor kesehatan. Pemerintah mengalokasikan anggaran penanganan pandemi COVID-19 sebesar 677,2 triliun Rupiah, di mana 87,55 triliun Rupiah diantaranya diperuntukkan untuk sektor kesehatan. Belanja kesehatan penduduk selama pandemi COVID-19 pun turut mengalami perubahan karena penurunan pendapatan masyarakat dan prioritas kebutuhan pada kesehatan. Adanya kelompok usia rentan dan tidak rentan dan transfer belanja kesehatan dari pemerintah diperkirakan akan mengubah pola pengeluaran pendapatan secara privat dan publik serta menurut kelompok usia. Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan ini adalah age profile pengeluaran kesehatan sebagai bagian dari Life Cycle Deficit pada neraca National Transfer Accounts (NTA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018 dan kasus COVID-19 per tanggal 18 Agustus 2020. Metode estimasi age profile menggunakan metode langsung dengan teknik smoothing Friedman’s Super Smoother. Hasil penelitian menunjukkan bahwa age profile pengeluaran kesehatan di Indonesia berbentuk seperti lembah dan bukit, di mana puncak konsumsi berada pada rentang usia lanjut (66-82 tahun). Rentang usia lanjut tersebut tergolong kelompok usia rentan yang juga tercatat menjadi kelompok dengan kasus meninggal akibat COVID-19 yang cukup tinggi. Selain itu, pandemi COVID-19 juga berpotensi memengaruhi age profile pengeluaran kesehatan penduduk pada tahun 2020, di mana dampak tertinggi akan dirasakan pada kelompok usia 19-30 tahun.
Copyrights © 2020