Uni Eropa merupakan pasar kedua terbesar bagi ekspor biji pala Indonesia selama periode 2012-2019 dengan rata-rata total nilai ekspor sebesar 44,46 juta US$. Meski memiliki prospek yang baik, kegiatan ekspor biji pala Indonesia ke Uni Eropa sempat mengalami kendala yang berakibat pada menurunnya volume ekspor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya saing serta faktor apa saja yang diduga berpengaruh terhadap volume ekspor biji pala Indonesia periode 2012-2019. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan RCA dan EPD serta analisis inferensia menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji pala Indonesia telah memiliki keunggulan komparatif dengan posisi pasar falling star dan retreat. Kemudian, regulasi HC, laju produksi pala Indonesia, dan indeks daya saing (RCA) berpengaruh positif signifikan terhadap volume ekspor biji pala Indonesia. Sedangkan harga riil ekspor berpengaruh negatif signifikan.
Copyrights © 2021