Keterlibatan siswa secara langsung kurang diperhatikan dan guru kurang memperhatikan antara siswa yang lebih terampil ataupun yang kurang terampil akibatnya siswa cenderung pasif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar penjasorkes pada siswa kelas VI SD. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan siswa kelas VI yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Metode analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar penjasorkes mengalami peningkatkan, ini dibuktikan perbedaan hasil belajar antara siklus I (jumlah 1450, rata-rata 73, daya serap 73%, ketuntasan belajar 70%) dan siklus II (jumlah 1650, rata-rata 83, daya serap 83%, ketuntasan belajar 95%). Terjadi peningkatan hasil belajar antara siklus I dan siklus II, menunjukan kenaikan rata-rata daya serap 10% dan pada ketuntasan belajar mengalami kenaikan sebesar 25%. Simpulan penelitian ini menunjukkan penerapan kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SD dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi. Selain itu, memudahkan guru dalam menyampaikan materi.
Copyrights © 2022