Matematika merupakan ilmu yang dipelajari mulai dari jenjang Sekolah Dasar sampai kejenjang selanjutnya, oleh karena itu penguasaan pelajaran matematika di Sekolah Dasar harus benar-benar mendapat perhatian khusus dari guru, sehingga tidak terjadi miskonsepsi pada jenjang seterusnya(Nabila, N, 2021). Salah satu tujuan pembelajaran matematika yang dirumuskan dalam Kemendikbud 2013 yaitu siswa mampu memiliki kemampuan komunikasi matematis. Karena dengan kemampuan komunikasi matematis, siswa dapat menyampaikan gagasannya baik secara lisan maupun tulisan, sehingga dalam proses pembelajaran dapat terbentuk pemahaman dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media origami dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif, sedangkan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment Pretest-Postest Control Group Design. Sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik random sampling karena VA merupakan kelas inti, maka yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah kelas VB dan kelas VC, dimana kedua kelas tersebut memiliki kemampuan yang setara. Data pada penelitian diambil dengan cara memberikan soal pretes dan postes kemampuan komunikasi matematis tentang materi bangun ruang. Selanjutnya untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada penelitian ini dilakukan dengan rumus uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada N-gain kemampuan komunikasi matematis siswa memiliki nilai Sig. (2-tailed) = 0,004. Karena nilai Sig. (2-tailed) < taraf Signifikansi (α =0,05), sehingga Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan media origami lebih baik dari pada yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2022