Keasrian kampus menjadi perhatian khusus dalam Program Pancacita Rektor UIN Alauddin Makassar. Fakta menunjukan, lingkungan yang asri dan bersih dapat diwujudkan melalui pendekatan community concern. Negara maju membangun kesadadaran komunitas melalui pendekatan edukasi publik tentang kewajiban setiap orang, bukan terbatas pada petugas kebersihan. Di lingkungan kampus, pendekatan paling baik adalah dengan menjalankan program edukasi civitas akademika. Program edukasi efektif berjalan jika diimbangi dengan intensitas interaksi dan komunikasi yang tinggi. Sementara komunikasi dapat direkayasa melalui penggunaan teknologi informatika berupa sistem perangkat lunak jejaring sosial (sosial media) yang melibatkan civitas akdemika, yang berhubungan dengan program keasrian pancacita. Penelitian ini mengembangkan perangkat lunak komunitas civitas akademika sebagai sarana interaksi menuju pemantapan edukasi publik menjadikan isu lingkungan sebagai community concern. Perangkat lunak dikembangkan dengan metode waterfall dan prototyping dan berhasil dengan baik melalui tahap pengujian fungsional berbasis metode black-box test.
Copyrights © 2021