Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti dalam melihat fenomena adanya pandemic covid 19 yang terjadi di dunia ini khususnya Negara Indonesia. Pandemicovid-19 mengharuskan masyarakat stay at home. Wrok from home, school from home dan kegiatan lainnya termasuk juga kegiatan untuk mengisi waktu luang dilakukan dengan berselancar di internet. Mengakses konten-konten yang sifatnya mendukung pekerjaan maupun untuk mengisi kesenangan saja. Tidak jarang berkutat dengan media digital dari pagi hingga malam. Intensitas berselancar dalam jejaring virtual dan terlalu lama berselancar di internet dapat meningkatkan risiko digital fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak digital fatigue bagi kesehatan fisik dan mental guru di Lamongan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa digital fatigue memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental guru di Lamongan yaitu lelah, malas bergerak, pusing atau migrain, otot dan sendi terasa nyeri, mata jadi lebih sensitif terhadap cahaya, pola tidur berubah, muncul gangguan suasana hati (mood), sulit berkonsentrasi dan mudah lupa, jenuh, bosan, mudah marah, lebih sensitif, cemashingga depresi.
Copyrights © 2021