Penelitian ini bertujuan untuk melihat kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris di sebuah STIE di Jawa Barat dan apakah terdapat perbedaan persepsi di antara para pemangku kepentingan mengenai kebutuhan tersebut. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek perancangan kurikulum matakuliah Bahasa Inggris pada institusi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Kuesioner disebarkan kepada berbagai pemangku kepentingan. Berhasil dijaring 90 kuesioner mahasiswa, 8 kuesioner dosen senior matakuliah keahlian, 5 kuesioner pengajar Bahasa Inggris, 4 kuesioner institusi, dan 5 kuesioner dari pihak industri/pengguna lulusan. Adapun wawancara dilakukan terhadap pihak institusi. Menggunakan uji nonparametrik chi kuadrat (two-way chi-square test), didapatkan nilai observasi sebesar 10,0426, sementara nilai yang diharapkan sebesar 11,3449 yang berarti Ho ditolak. Dengan kata lain, penelitian ini menemukan bahwa persepsi dari berbagai pemangku kepentingan atas kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris adalah sama, yakni menekankan pada kebutuhan bahasa Inggris setelah lulus nantinya (future needs). Sementara kebutuhan yang bersifat segera (immediate needs) berupa program pengajaran yang bertujuan membantu mahasiswa dalam studinya sekarang —menurut para pemangku kepentingan— merupakan prioritas kedua. Penelitian ini juga menemukan bahwa para pemangku kepentingan umumnya berpandangan kurikulum Bahasa Inggris di institusi sudah cukup baik. Meski demikian, terdapat perbedaan persepsi di antara para pemangku kepentingan atas kesesuaian kurikulum dalam memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa. Kata kunci: Rancangan kurikulum, persepsi pemangku kepentingan, english for specific purposes, english for academic purposes, bahasa inggris bisnis
Copyrights © 2022