Penelitian dalam artikel ini dilatarbelakangi dengan penelitian terdahulu bahwa masih banyaknya kasus kekerasan verbal oleh orang tua kepada anak dengan sadar dan tidak sadar. Oleh karenanya perlu dilakukan kajian lebih dalam terkait persepsi orang tua single parent yang berprofesi guru mengenai kekerasan verbal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogis. Tujuannya agar mengetahui tanggapan orang tua single parent yang berprofesi guru terkait kekerasan verbal, faktor apa yang membuat mereka melakukannya serta upaya pencegahannya. Responden berjumlah 4 orang tua single parent yang berprofesi guru. Teknik pengambilan data dilakukan menggunakan wawancara. Hasil temuan penelitian adalah orang tua sudah memahami konsep kekerasan verbal namun masih melakukannnya bahkan secara sadar. Orang tua masih tidak bisa mengendalikan emosi sehingga menggunakan teriakan untuk dijadikan pacuan agar anak disiplin. Kesimpulannya, kekerasan verbal tidak akan terjadi jika orang tua mampu mengajari anak agar disiplin tanpa meneriaki mereka.
Copyrights © 2022